Buka Musorprov KONI Bali, Begini Harapan dan Pesan Gubernur Koster Kepada Giri Prasta

oleh
oleh
Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Bali dibuka Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin, 23 Maret 2026. (FOTO: BBO/sastra)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – KONI Bali menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Senin (23/3/2026). Salah satu agenda dalam Musorprov ini, yakni memilih Ketua Umum KONI Bali masa bakti 2026-2030.

Dalam Musorprov kali ini, I Nyoman Giri Prasta yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali menjadi satu-satunya calon dan terpilih secara aklamasi untuk menakhodai KONI Bali periode empat tahun ke depan.

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya saat membuka Musorprov mengatakan, salah satu alasan kenapa ia mau hadir membuka Musorprov karena baginya olahraga itu merupakan sektor penting. “Bali memiliki sumber daya bibit olahraga yang bagus,” kata Koster.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan daerah lain, Bali memiliki kelebihan dari sisi alamiah. Selain itu, juga memiliki sisi pariwisata, sehingga mampu membangun dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali dari sisi event olahraga.

Selanjutnya Koster berjanji di periode kedua kepemimpinannya ia bakal mendorong olahraga menjadi ikon berprestasi di Bali. “Peringkat tujuh yang ditorehkan Bali di PON lalu sudah baik, namun kalau semua stakeholder olahraga di Bali bisa bekerja sama lebih baik, maka prestasi olahraga di daerah ini akan lebih meningkat baik secara nasional, regional maupun internasional,” tandasnya.

Untuk meraih prestasi, lanjut dia, harus ada upaya lain. Ke depan KONI harus lebih fokus bertarung di cabang olahraga yang alamiah yang dimiliki oleh orang Bali (kearifan lokal).

“Bali kuat dari sisi nature itu cabor pencak silat. Itu kalau dibina se ara maksimal, astungkara bisa membukukan prestasi yang membanggakan. Kalau perlu menang sebelum bertanding,” selorohnya.

Dijelaskan Koster, pengembangan olahraga itu hendaknya mulai dari pembibitan di tingkat cabor sampai KONI. Termasuk penyediaan fasilitas, sarana dan prasarana olahraga yang memadai. “Mulainya dari hulu, dan pengurus cabor yang paling menentukan,” katanya.

Koster juga mengungkap bahwa KONI adalah fasilitator. “Saya akan bantu membuatkan skema untuk penganggaran olahraga sehingga tidak ada cabor yang tidak bisa bertanding karena alasan tidak ada dana dan membebani atlet,” ujarnya.

Pihaknya berharap, KONI menjadi wadah dedikasi untuk dedikasi serta kepemimpinan yang kuat. “Musorprov ini momentum gerak lebih progresif ke depannya,” kata dia.

Selanjutnya Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berpesan kepada Giri Prasta jika nanti ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Bali agar membentuk tim yang bagus dan solid. “Saya akan dukung penuh,” tegasnya.

Koster mengaku dengan senang hati melibatkan diri secara penuh. Karena olahraga ini kebanggaan daerah. “Ini harapan besar kita semua,” pungkas Koster, seraya menyatakan dalam pemilihan Ketum KONI Bali 2026-2030 dirinya sama sekali tidak campur tangan dan ada kepentingan apa-apa. Walau diakuinya, beberapa ada yang datang kepadanya untuk meminta dukungan. Namun hal itu tidak ia gubris.

“Beberapa ada yang datang menemui saya untuk minta dukungan. Saya bilang ke mereka silakan maju jadi calon dengan mengikuti mekanisme yang ada. Diantaranya, meminta dukungan ke KONI Kabupaten/Kota dan cabor,” terang Koster.

Sementara itu, Ketua KONI Bali sebelumnya I Gusti Oka Darmawan mengaku yakin bahwa Giri Prasa akan membawa KONI Bali lebih baik ke depan. “Saya yakin Bapak Giri Prasta lebih hebat dari kita-kita semua yang ada di sini, untuk itu perlu dukungan semua cabor,” sarannya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Markus Othniel Mamahit menyampaikan selamat atas terselenggaranya Musorprov KONI Bali. “Prestasi Bali di PON lalu baik karena berhasil masuk 10 besar. Ini tidak terlepas dari dukungan Gubernur Bali,” katanya.

Terkait Musorprov, pihaknya mengajak semua bersatu dan
menggelar konsolidasi setelah kegiatan usai. Khususnya menghadapi olahraga multi event. Salah satunya PON di NTB dan NTT 2028. (*/bbo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.