DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Polisi menyebut motif pelaku pengeroyokan hingga mengakibatkan Egi Ramadan (30) dan Dan Hisam Adnan (30) meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan lantaran sakit hati terhadap korban.
“Menurut keterangan salah satu pelaku, korban sebelumnya sering mengancam akan membunuhnya,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto, Jumat (10/4/2026) di Denpasar.
Dijelaskan, antara pelaku berinisial SA, DH, NU, DR, IS, dan korban Egi Ramadan sudah saling kenal karena sama-sama bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Benoa.
Sedangkan korban bernama Dan Hisam Adnan asal Semarang, Jawa Tengah kurang lebih baru enam bulan tiba di Bali dan statusnya masih calon ABK.
Kasatreskrim menuturkan, di mata para pelaku, Egi Ramadan yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat kerap berperilaku kasar apalagi jika sudah mengkonsumsi minuman keras.
Puncaknya ketika Egi, Hisam dan Budi minum-minuman keras di Dermaga Pelabuhan Benoa sekitar pukul 02.30 Wita. Dalam kondisi mabuk, Egi dan Budi menghubungi IS melalui video call.
Di sana Egi mengancam akan membunuh IS dengan alasan pergi meninggalkan korban bersama teman-temannya pada saat minum-minuman keras.
Situasi memanas sehingga keduanya saling tantang dan mengajak bertemu. Usai menelpon, Egi, Hisam dan Budi mencari pelaku. Di sisi lain, IS juga mengajak 4 pelaku lain mencari korban.
Ketika mendapati Egi, Hisam dan Budi tengah duduk di depan Restoran Betuna Sirip Biru, para pelaku yang semuanya berasal dari Jawa Barat turun dari sepeda motor.
Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang dengan menggunakan kayu balok berukuran besar, bongkahan batu, memukuli dengan tangan kosong, serta menendang ketiga korban.
Budi Listiyono dapat melarikan diri dan sembunyi ke belakang restoran. Setengah jam kemudian saat suasana sepi, ia kembali ke TKP dan melihat kedua korban sudah berada di selokan dalam keadaan tidak berdaya namun masih hidup.
Tak lama berselang, kelima pelaku kembali lagi. Mereka kemudian menyiram Egi dan Hisam yang sudah sekarat menggunakan bensin. Kedua korban lalu dibakar hidup-hidup.
Setelah membakar kedua korban, para pelaku pergi. Budi yang sempat bersembunyi kemudian meminta pertolongan kepada seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan, kami bergerak melakukan serangkaian penyelidikan. Para pelaku dapat kami amankan kurang lebih 24 jam di lokasi berbeda,” tutur Kasatreskrim. (agw)







