DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Lima orang anak buah kapal (ABK) pelaku pengeroyokan hingga mengakibatkan Egi Ramadan (30) dan Dan Hisam Adnan (30) tewas mengenaskan positif menggunakan narkoba.
“Hasil tes urine mereka positif narkoba,” beber Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D Simatupang saat ditanya perkembangan penanganan kasus pengeroyokan, Sabtu (11/4/2026) di Denpasar.
Saat ini Satresnarkoba Polresta Denpasar tengah mendalami temuan tersebut, guna mengetahui dari mana para pelaku memperoleh narkoba, serta sejak kapan menjadi pemakai.
Kombes Pol. Simatupang juga kembali menegaskan jika peristiwa tersebut murni lantaran para pelaku berinisial SA, DH, NU, DR, IS, merasa sakit hati kepada salah satu korban.
Kondisi tersebut diperparah lantaran para pelaku yang sama-sama berasal dari salah satu daerah di Jawa Barat ini di bawah pengaruh minuman keras.
Puncaknya ketika Egi, Hisam dan Budi minum-minuman keras di Dermaga Pelabuhan Benoa sekitar pukul 02.30 Wita. Dalam kondisi mabuk, Egi dan Budi menghubungi IS melalui video call.
Di sana Egi mengancam akan membunuh IS dengan alasan pergi meninggalkan korban bersama teman-temannya pada saat minum-minuman keras.
Situasi memanas sehingga keduanya saling tantang dan mengajak bertemu. Usai menelpon, Egi, Hisam dan Budi mencari pelaku. Di sisi lain, IS juga mengajak 4 pelaku lain mencari korban.
Ketika mendapati Egi, Hisam dan Budi tengah duduk di depan Restoran Betuna Sirip Biru, para pelaku kemudian turun dari sepeda motor.
Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang dengan menggunakan kayu balok berukuran besar, bongkahan batu, memukuli dengan tangan kosong, serta menendang ketiga korban.
Budi Listiyono dapat melarikan diri dan sembunyi ke belakang restoran. Setengah jam kemudian saat suasana sepi, ia kembali ke TKP dan melihat kedua korban sudah berada di selokan dalam keadaan tidak berdaya namun masih hidup.
Tak lama berselang, kelima pelaku kembali lagi. Mereka kemudian menyiram Egi dan Hisam yang sudah sekarat menggunakan bensin. Kedua korban lalu dibakar hidup-hidup.
Setelah membakar kedua korban, para pelaku pergi. Budi yang sempat bersembunyi kemudian meminta pertolongan kepada seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
“Pelaku dan korban bernama Egi saling kenal karena sama-sama bekerja sebagai ABK. Mereka mengaku diancam akan dibunuh sehingga marah dan sakit hati,” beber Kapolresta. (agw)






