BADUNG, BERITABALIONLINE.net – Identitas sesosok jenazah berkelamin laki-laki yang ditemukan terdampar di atas batu karang tepian Pantai Gau, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung akhirnya diketahui.
“Berdasarkan identitas yang kami dapat, korban berinisial GFS usia 26 tahun asal Jawa Barat,” kata Kasihumas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (21/4/2026) di Denpasar.
Dijelaskan, usai penemuan mayat, Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Denpasar bersama penyidk Satpolairud melakukan pengambilan sidik jari dan scan wajah jenazah korban di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Dari sana didapatkan identitas mayat korban. Polresta Denpasar kemudian berkoordinasi dengan anggota kepolisian di Jawa Barat untuk mencari keluarga korban.
Hasilnya ditemukan alamat rumah keluarga korban yakni Komp GBA 3 Blok A-4 No.10 RT/RW 002/010, Kelurahan Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Ibu korban bernama Nia Kurniasih (56) membenarkan bahwa anaknya bekerja di Bali selama kurang lebih lima bulan. Kurniasih juga mengaku tidak bisa menghubungi korban dari, Minggu (19/4/2026).
Sementara di Bali, petugas juga memeriksa sejumlah saksi seperti manager tempat korban bekerja bernama Fernandi Hadiwinata (46), dan teman kerja korban bernama Muhammad Arvin Pashdaran (26).
Kepada petugas Fernandi menerangkan, selama ini korban bekerja di Es Teler Sultan Bandung Exo Drink dan menjabat sebagai General Afair (membuat pembayaran kebutuhan oprasional).
Selama bekerja, korban disebut tidak memiliki masalah baik dengan teman kerja ataupun masalah di dalam perusahan.
Sedangkan menurut Arvin, ia bertemu terakhir dengan korban, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 09.30 Wita. Saksi juga mengaku sempat menanyakan kepada korban apakah pembayaran membuat konten sudah dibayar, dan korban menjawab sudah.
Kasihumas menerangkan, hasil pemeriksaan awal ditemukan luka-luka tersebar pada wajah korban, punggung tangan kanan, tungkai kanan dan kiri, punggung kaki kanan berupa luka-luka lecet dan luka-luka memar.
“Penyidik masih mencari motif keberadaan korban di Pantai Melasti hingga ditemukan meninggal dunia di Pantai Gau,” jelasnya. (agw)






