DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Ketua Umum KONI Bali periode 2026-2030, I Nyoman Giri Prasta menegaskan komitmennya membangun fondasi olahraga Bali, melalui revitalisasi GOR Ngurah Rai sebagai sport center representatif untuk mendukung target Bali masuk lima besar pada ajang PON mendatang.
Hal tersebut disampaikannya usai pelantikan Pengurus KONI Bali masa bakti 2026-2030.
Menurutnya, peningkatan prestasi olahraga Bali tidak bisa dilepaskan dari kesiapan infrastruktur olahraga yang memadai.
“GOR Ngurah Rai akan menjadi salah satu sport center yang harus diwujudkan. Kami sudah menyiapkan tatanannya, baik visual video, DED maupun feasibility study-nya,” ujar Giri Prasta.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas olahraga tidak hanya berhenti di tingkat provinsi.
Setelah revitalisasi GOR Ngurah Rai berjalan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membangun sport center di masing-masing daerah.
“Sesegera mungkin kami akan mewujudkan GOR Ngurah Rai sebagai sport center representatif.
Setelah itu kami koordinasi dengan bupati dan wali kota terkait kesiapan pembangunan sport center di daerah,” katanya.
Menurut Giri Prasta, keberadaan venue olahraga yang layak akan berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet.
Ia mencontohkan pembangunan fasilitas olahraga saat dirinya menjabat bupati, di mana sejumlah desa telah memiliki sport center yang bahkan dapat digunakan untuk pertandingan malam hari.
“Saya yakin dan percaya, kalau olahraga sudah memiliki venue memadai, prestasi akan muncul dengan sendirinya,” tegasnya.
Selain fokus pada infrastruktur, KONI Bali juga mulai memetakan cabang olahraga potensial untuk menghadapi PON 2028.
Bali menargetkan lonjakan prestasi dari sebelumnya berada di posisi tujuh besar menjadi lima besar nasional.
“Yang pertama harus dilakukan inventarisasi terhadap medali emas yang sudah diraih atlet kita. Kemudian medali perak dan seterusnya. Atlet-atlet yang belum mendapat juara juga harus diberikan motivasi agar bisa meraih prestasi,” ujarnya.
Ia mengakui tidak semua cabang olahraga akan dipertandingkan pada PON mendatang.
Karena itu, KONI Bali akan menerapkan skala prioritas berdasarkan potensi medali dan kesiapan atlet.
“Semua cabang olahraga menjadi prioritas, tetapi ada yang lebih diprioritaskan. Nanti akan dilihat cabang olahraga apa saja yang dipertandingkan di PON 2028,” katanya.
KONI Bali, lanjut Giri Prasta, juga telah mengantongi database atlet dan cabang olahraga potensial.
Para atlet dan pengurus cabang olahraga nantinya akan dikumpulkan untuk mendapatkan arahan serta penguatan pembinaan demi menjaga konsistensi prestasi.
Di sektor kepelatihan, ia tidak ingin Bali terlalu bergantung kepada pelatih luar daerah maupun luar negeri.
Sebagai gantinya, KONI Bali akan menjalankan program Training of Trainers (TOT) guna meningkatkan kualitas pelatih lokal hingga berstandar internasional.
“Nanti pelatih kita yang perlu dilatih. Jangan sampai kapasitas internasional justru hanya dimiliki pelatih dari luar,” ujarnya.
Tak hanya itu, regenerasi atlet juga menjadi perhatian serius kepengurusan baru KONI Bali. Pemerintah daerah akan didorong menghidupkan kembali jalur pembinaan olahraga sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami ingin regenerasi atlet terus berjalan. Jangan sampai terputus karena faktor usia. Semua cabang olahraga harus memiliki regenerasi,” tandas Giri Prasta. (*/bbo)







