GIANYAR, BERITABALIONLINE.net – Pihak sekolah internasional ES yang berlokasi di Kelurahan Pejeng Kangin, Tampaksiring, Gianyar merespons adanya pemberitaan di sejumlah media online terkait laporan sejumlah orang tua murid ke kantor polisi.
“Melalui surat ini kami menyampaikan hak jawab dan hak koreksi atas pemberitaan yang dimaksud,” kata Abi Ardianda selaku tim humas ES dalam surat klarifikasi yang dikirim, Jumat (15/5/2026).
Menurut Abi, sampai pernyataan klarifikasi ini ditulis, pihaknya tidak diberikan cukup waktu untuk memberikan tanggapan melalui jalur institusional sebelum seluruh artikel tersebut disebarluaskan.
Sebagai informasi, selama beberapa bulan terakhir, ES telah menjadi sasaran upaya terkoordinasi oleh pihak tertentu, termasuk keterlibatan warga negara asing yang tinggal di Indonesia.
Ia menuturkan, ES beroperasi sebagai pusat pembelajaran non-formal berbasis proyek dan menjalankan kerja sama aktif serta berkelanjutan dengan dinas pendidikan setempat, termasuk kunjungan rutin, evaluasi, dan pertemuan perkembangan, serta saat ini sedang menjalani proses menuju status formal.
Dokumentasi lengkap terkait tuduhan tersebut sedang disiapkan untuk diserahkan kepada instansi terkait, termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi dan PERADI.
Menyikapi tudingan yang dilayangkan
bertubi-tubi, ES akan berkomitmen untuk melanjutkan koordinasi dengan seluruh institusi dengan iktikad baik.
Ditambahkan, latar belakang ES berawal sebagai homeschool di Pejeng Kangin, Bali, pada masa pandemi Covid–19, yang dimulai oleh seorang lulusan Harvard Graduate School of Education untuk dua orang anak dan berkembang secara bertahap menjadi komunitas pembelajaran yang beroperasi di bawah Yayasan AAE.
Pembina Yayasan tersebut, MAH mengaku bangga telah mengambil andil dalam upaya melahirkan penerus nangsa yang bukan hanya dibentuk untuk menjadi cerdas secara akademis, sekaligus berempati, serta dapat menghargai alam serta keberlangsungannya.
“Bagi saya, ES bukan hanya melahirkan penerus bangsa yang terdidik secara akademis, tetapi juga mengedepankan empati terhadap sesama, serta alam tempat kita tinggal. Saya bangga dapat menjadi bagian dalam perjalanan mulia ini,” paparnya.
Kepala Sekolah ES adalah warga negara Indonesia, demikian pula pimpinan kurikulum, kepala personalia, tim keuangan, dan tim pemasaran.
Terkait klaim pendiri ES yang merupakan alumni Harvard Graduate School of Education juga dicantumkan dalam buku Designing Democratic Schools and Learning Environments: A Global Perspective (Palgrave Macmillan, 2024).
Buku tersebut menyediakan akses bagi publik untuk keperluan verifikasi, dengan nomor ISBN 978-3-031-46296-2.
Salah seorang pengajar dari Harvard
Graduate School of Education, Linda Nathan, beserta timnya saat ini tengah memproduksi tayangan dokumenter internasional mengenai sekolah alternatif dari berbagai negara, termasuk Empathy School.
Para guru dan tim pemimpin ES telah mengikuti pelatihan Stanford Seed, program resmi Stanford Graduate School of Business untuk pengembangan kepemimpinan.
Sebagai pusat pembelajaran non-formal berbasis proyek, Empathy School menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis imersi alam, di mana anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka dalam aktivitas eksploratif yang berbeda dari struktur sekolah formal tradisional.
Selama beroperasi, sekolah telah menjalankan kerja sama aktif dan berkelanjutan dengan dinas pendidikan
setempat, termasuk kunjungan rutin, evaluasi, dan pertemuan perkembangan.
Saat ini sekolah sedang menjalani proses menuju status formal, dengan koordinasi berkelanjutan bersama instansi pemerintah terkait.
Ditambahkan Abi, lebih dari 1.000 guru dari sekolah negeri Indonesia telah berpartisipasi dalam program pengembangan bakat sepanjang 2022 sampai dengan 2024.
Sesi tersebut digelar di kampus Empathy dan di SD Negeri 28 Dangin Puri, Denpasar, didukung oleh Dinas Pendidikan.
ES juga secara aktif menjalin kemitraan dengan SD Negeri setempat, Pejeng Kangin untuk menggelar berbagai kegiatan seperti kerja bakti lingkungan sampai dengan melangsungkan program pendidikan kolaboratif. (agw)






