DENPASAR, BERITABALIONLUNE.net – Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa serta Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. AA Gde Bayu Brahmasta melaksanakan panen bersama sekaligus meninjau budidaya tanaman anggur di Subak Peraupan Barat, Denpasar Utara, Rabu (20/5/2026) siang.
Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan fungisida kepada petani anggur sebagai upaya mendukung program pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) berkelanjutan.
Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, Kabag Perekonomian Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, perwakilan Bank Indonesia, Yusuf Wicaksono serta undangan lainnya.
Sagung Antari Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan panen anggur di Subak Peraupan Barat ini. Menurutnya, keberadaan kebun anggur di tengah Kota Denpasar menjadi bukti bahwa para petani tetap kreatif dan produktif di tengah keterbatasan lahan melalui penerapan urban farming. ‘’Keberadaan kebun anggur ini juga dapat dimanfaatkan sebagai agrowisata petik anggur. Selain itu, hasil produksinya dapat diolah menjadi berbagai produk turunan,” ungkapnya.
Ia juga menyambut baik kerja keras seluruh petani di Kota Denpasar, khususnya di Subak Peraupan Barat, yang mampu menghasilkan varietas anggur berkualitas. ‘’Kami berharap para petani tetap semangat dan terus produktif. Pemerintah Kota Denpasar memberikan dukungan penuh terhadap sektor pertanian melalui berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan yang produktif dan bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat perkotaan. ‘’Budidaya anggur di wilayah perkotaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu inovasi pertanian modern di Kota Denpasar,” ucapnya.
Bayu Brahmasta menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan pertanian urban kepada masyarakat serta meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. ‘’Kondisi iklim Kota Denpasar yang cenderung hangat dan mendapat paparan sinar matahari cukup sepanjang tahun, sangat mendukung pertumbuhan tanaman anggur,’’ ujarnya.
Tanaman anggur juga memiliki keunggulan karena dapat dibuahkan sepanjang musim melalui teknik pemangkasan dan perawatan yang tepat tanpa harus melakukan penanaman bibit baru setiap kali masa panen selesai. Hal ini menjadikan budidaya anggur lebih efisien dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
Di sisi lain, komoditas anggur memiliki nilai tambah ekonomi yang cukup tinggi dengan kisaran harga jual mencapai Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kualitas buah. Potensi tersebut membuka peluang usaha baru bagi masyarakat perkotaan, khususnya dalam pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan bernilai komersial.
“Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap budidaya anggur dapat menjadi salah satu ikon pengembangan urban farming sekaligus mendorong terciptanya pertanian modern yang diminati generasi muda,” ujarnya.
Pengelola Kebun Anggur Subak Peraupan Barat, Wayan Sudarsana menjelaskan, kebun yang dikelolanya memiliki luas total enam are. Sekitar tiga are ditanami anggur, sementara sisanya ditanami tanaman lain seperti jeruk santang dan tanaman hortikultura lainnya. ‘’Kebun anggur ini mulai aktif sejak tahun 2023. Saat ini sudah ditanami belasan hingga puluhan varietas anggur berkualitas. Dalam proses penanaman, kami menggunakan teknik sambung sisip antara berbagai varietas,” jelasnya, seraya menambahkan, dalam satu tahun panen dapat dilakukan hingga tiga kali. Untuk panen kali ini diperkirakan menghasilkan sekitar 10 hingga 15 kilogram anggur.
“Saat ini kami berfokus berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar untuk mengembangkan wisata petik anggur sekaligus pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk turunan lainnya. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kesejahteraan petani,” tutupnya. (bbo/humas.dps)







