MADINAH, BERITABALIONLINE.net – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan jemaah Indonesia di Arab Saudi.
“Pelayanan haji tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding musim-musim sebelumnya,” kata Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (20/5/2026).
Guna memastikan seluruh proses pelayanan jemaah berjalan optimal selama operasional haji berlangsung, Timwas Haji melakukan kunjungan kerja ke Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Senin (18/5/2026).
Kedatangan rombongan Timwas DPR RI diterima langsung oleh Kepala PPIH Daker Madinah, Khalilurrahman.
Menurut Cucun, pelayanan tahun ini lebih humanis dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. Pendekatan pelayanan yang dilakukan petugas kini terasa lebih dekat, ramah, dan mengedepankan sentuhan kemanusiaan.
Timwas DPR RI menilai berbagai inovasi yang diterapkan tahun ini memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler. Untuk pertama kalinya, banyak jemaah haji reguler Indonesia dapat menempati hotel-hotel premium di kawasan Markaziyah yang berada dekat dengan Masjid Nabawi.
Padahal kata Cucun, hotel-hotel yang sebelumnya identik dengan layanan haji khusus atau haji plus kini juga digunakan oleh jemaah reguler. Langkah tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kenyamanan jemaah.
“Ini menjadi sejarah baru. Jemaah reguler sekarang bisa merasakan fasilitas hotel yang selama ini identik dengan layanan premium. Artinya ada keseriusan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ucapnya.
Berdasarkan evaluasi tahap pertama operasional haji di Madinah, tercatat lebih dari 103 ribu jemaah telah tiba dan mendapatkan layanan.
Selain itu, Timwas DPR RI juga memberikan perhatian terhadap implementasi layanan Mecca Route atau fast track keimigrasian yang dinilai semakin mempermudah perjalanan jemaah sejak dari tanah air.
Melalui skema Mecca Route, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak lagi harus mengantre panjang setibanya di bandara Arab Saudi dan dapat langsung menuju hotel atau lokasi tujuan.
“Manfaatnya sangat dirasakan jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Setelah tiba, jemaah bisa langsung beristirahat tanpa harus menjalani proses imigrasi yang panjang,” ujar Anggota Timwas Haji DPR RI Danang Wicaksana Sulistya. (agw)






