Laba BPD Bali Melesat ke Angka Rp696 Miliar, Total Aset Capai Rp43 Triliun

oleh
oleh
Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi atas kinerja BPD Bali saat memberikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-64 Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (30/5/2026). (FOTO: Ist/dok.)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Bank BPD Bali mencatat lompatan pertumbuhan signifikan selama masa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam kurun waktu sekitar delapan tahun, total aset bank milik daerah tersebut melonjak dari Rp24,454 triliun pada 2018 menjadi Rp43,117 triliun hingga Mei 2026. Seiring peningkatan aset, posisi Bank BPD Bali juga berhasil naik dari peringkat kesembilan menjadi enam besar Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di Indonesia, dengan kinerja laba yang mampu bersaing bahkan melampaui sejumlah BPD yang memiliki aset jauh lebih besar.

Hal itu disampaikan Koster saat memberikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-64 Bank BPD Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (30/5/2026).

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bank BPD Bali masih memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kinerja meskipun saat ini telah mencatatkan capaian yang membanggakan. Menurutnya, penguatan modal dan optimalisasi produktivitas menjadi kunci agar bank daerah tersebut mampu naik kelas dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Bali.

Koster mengungkapkan hingga Mei 2026 Bank BPD Bali telah membukukan laba sekitar Rp696 miliar. Jika tren pertumbuhan saat ini terus terjaga, laba perseroan diperkirakan dapat mencapai Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun pada akhir tahun.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan fondasi bisnis Bank BPD Bali berada dalam kondisi sangat sehat. Namun, ia menilai potensi yang dimiliki bank daerah itu masih jauh lebih besar dibandingkan capaian saat ini.

“Kalau saya memberi penilaian, BPD Bali sudah layak mendapat nilai A bahkan cumlaude. Tetapi saya melihat masih ada ruang yang bisa ditingkatkan sehingga kinerjanya lebih optimal,” ujar Koster.

Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja tidak semata-mata diukur dari besarnya laba, tetapi juga kemampuan memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat daya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma melaporkan, hingga akhir Mei 2026 total aset perseroan tumbuh 8,19 persen menjadi Rp43,117 triliun. Dana pihak ketiga meningkat 5,68 persen menjadi Rp35,397 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 8,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit UMKM menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan. Penyaluran kredit pada sektor tersebut meningkat hampir 11 persen atau jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit UMKM nasional yang berada di kisaran 1 persen.

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank BPD Bali tetap kuat meskipun dunia masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik global,” kata Sudharma.

Dari sisi kesehatan bank, sejumlah indikator juga menunjukkan performa yang solid. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sekitar 30 persen, Return on Asset (ROA) 4,29 persen, Return on Equity (ROE) 28,39 persen, dan Non Performing Loan (NPL) terjaga rendah di level 0,96 persen.

Sudharma menambahkan, sejak 2018 kinerja Bank BPD Bali terus mengalami peningkatan signifikan. Total aset yang saat itu berada di angka Rp24,454 triliun kini telah tumbuh menjadi lebih dari Rp43 triliun. Posisi perseroan di tingkat nasional juga naik dari peringkat sembilan menjadi enam besar di antara 27 Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten dan dukungan penguatan modal, Bank BPD Bali diyakini memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan daya saing sekaligus memperkokoh perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.