DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Tiga perempuan muda nyaris mengalami kejadian buruk jika saja petugas kepolisian dari Satpolairud Polresta Denpasar terlambat datang melakukan pertolongan.
“Kondisi ketiganya sehat serta tidak mengalami luka-luka. Setelah dievakuasi, mereka langsung diimbau agar pulang ke rumah masing-masing,” kata Kasihumas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (4/6/2026) di Denpasar.
Salah satu korban bernama Sielma Claudia Fortuna (26) menerangkan, awalnya ia dan dua temannya tengah memancing di sebuah rumah apung di Perairan Serangan, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, Kamis (4/6/2026) dini hari.
Dikarenakan gelap, korban menggunakan telepon genggamnya untuk menerangi permukaan laut guna melihat ikan. Namun akibat guncangan ombak, ponselnya terjatuh ke laut.
Korban dan temannya kian kebingungan lantaran nomor kontak pengemudi jukung yang akan menjemput mereka kembali ke daratan tersimpan di handphone miliknya.
“Dalam kondisi tersebut, korban kemudian meminjam handphone milik temannya dan menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polresta Denpasar untuk meminta bantuan,” tutur Kasihumas.
Tiga personel Satpolairud Polresta Denpasar Pos Serangan yang sedang piket merespon laporan. Mereka lalu menyiapkan kapal untuk evakuasi korban.
Namun kondisi perairan tidak memungkinkan menggunakan kapal patroli, petugas akhirnya memanfaatkan sekoci milik warga setempat untuk melakukan penyelamatan.
Kasihumas menyatakan, dengan adanya kejadian tersebut, layanan Call Center 110 menjadi sangat penting sebagai sarana bagi masyarakat untuk meminta bantuan dalam kondisi darurat.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk memastikan alat komunikasi dalam kondisi aman dan dapat digunakan sewaktu-waktu.
“Keberhasilan evakuasi tiga orang pemancing menjadi bukti nyata komitmen Polresta Denpasar dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan situasi darurat di wilayah perairan,” ujarnya. (agw)








