DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali, Jagra Sunu memimpin rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVII/2027 dengan KONI Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah, bertempat di ruang rapat Kantor KONI Bali, Jalan Melati, Denpasar, Senin (22/6/2026). Dalam kesempatan itu, Jagra Sunu didampingi Waketum I KONI Bali, Waketum II, Binpres, Kabid Organisasi, Kabid Hukum dan Etika KONI Bali.
Rakor ini merupakan rapat lanjutan dalam memantapkan persiapan dan kesiapan pihak tuan rumah guna menyukseskan perhelatan even olahraga dua tahunan terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Porprov Bali yang akan digelar di Kota Bumi Panji Sakti mempertandingkan 53 cabang olahraga (cabor) resmi dan konfirmasi 5 cabor yang sudah pernah melaksanakan pertandingan eksebisi.
Pada kesempatan itu, Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova Anita Putra memaparkan masalah kesiapan venue yang akan dimanfaatkan untuk pertandingan cabang olahraga yang ditetapkan pada Porprov mendatang.
Nova menambahkan, pertandingan cabang-cabang olahraga tersebut akan disebar di seluruh kecamatan yang dianggap layak dan dinilai memenuhi syarat/standarisasi untuk pertandingan cabor skala Porprov Bali.
“Venue yang akan digunakan adalah memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Pemkab Buleleng dan beberapa fasilitas yang dimiliki lembaga pendidikan dan lembaga swasta lainnya yang ada di Buleleng,” terangnya.
Pada perinsipnya, lanjut Nova, Kabupaten Buleleng siap menyukseskan cabor yang resmi dipertandingkan di Porprov nanti untuk melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap bersaing meraih tiket PON 2028 di NTB, NTT melalui babak kualifikasi.
Namun demikian, Nova juga menekankan ada satu cabor, yakni selancar ombak yang kemungkinan tidak dapat dipertandingkan di Buleleng. Hal ini dikarenakan kondisi ombak pantai yang ada di Buleleng kurang memadai. Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kabupaten penyangga seperti Kabupaten Badung dan Tabanan untuk bersedia memfasilitasi tempat perlombaan khusus cabor selancar ombak.
“Kami sebenarnya menginginkan semua cabor prestasi dapat dipertandingkan di Bumi Panji Sakti (sebutan lain untuk Kabupaten Buleleng), namun kondisinya tidak memungkinkan. Makanya cabor selancar ombak akan dialihkan perlombaannya di kabupaten penyangga,” ujar Nova.
Sementara itu, Binpres KONI Bali, Tri Candra Arka memberikan masukan kepada KONI Buleleng terkait masalah venue. “Untuk venue cabor akan dioptimalkan pada waktu pertandingan, sehingga satu venue dapat digunakan dua sampai tiga cabor secara bergiliran,” kata dia.
Dalam rapat singkat tersebut juga dibahas mengenai logo dan maskot Porprov Bali XVII/2027 yang akan disayembarakan kepada publik secara terbuka guna mendapatkan hasil yang terbaik.
Kabid organisasi KONI Bali, Anak Agung Mahadipta juga memberikan masukan terkait penentuan logo dan maskot Porprov Bali 2027 agar waktunya lebih diperpanjang. “Minimal dua sampai tiga bulan,” sarannya.
Sementara Waketum I KONI Bali, Maryoto Subekti menekankan rapat koordinasi seperti ini akan terus dilakukan, sehingga hasilnya nanti bisa digodok dan dimatangkan dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Bali yang akan berlangsung pada pertengahan Juli 2026. (*/bbo)






