GIANYAR, BBO.net – Wilayah Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar diidentifikasi sebagai kawasan rawan kriminalitas seperti pencurian. Hal ini tidak lepas dari statusnya sebagai pusat industri kerajinan perak di Pulau Dewata, Bali.
Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, warga Celuk berharap Polres Gianyar dan Polsek Sukawati memasifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), gencarkan patroli malam di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
Kasus kriminalitas yang sering terjadi di kawasan Celuk dan sekitarnya, yaitu tindakan kriminal pembobolan toko dan warung yang berlokasi di pinggir jalan raya Celuk menuju Denpasar.
Salah satu korban pencurian, Putu Indra Bagus Widiasa kepada BBO.net, Jumat (3/7/2026), menuturkan sudah dua kali dirinya jadi korban pencurian. Dua rombongnya yang dipakai berjualan teh poci dan pisang goreng keju berlokasi di pinggir Jalan Raya Celuk, belum lama ini dibobol oleh kawanan maling dalam waktu yang berbeda.
Aksi pencurian dilakukan dua orang saat menjelang subuh atau pagi hari sekitar pukul 03.00 sampai 04.00 Wita. Hal ini diketahui Putu Indra setelah melihat rekaman camera CCTV yang terpasang di toko ibunya yang lokasinya bersebelahan.
Dalam aksinya, pelaku setidaknya menyikat 1 unit kompor gas milik korban dan barang berharga lainnya, termasuk sisa uang jualan yang tersimpan di laci meja. Terungkapnya kasus pencurian tersebut saat korban hendak membuka dagangannya pada pagi hari.
“Gembok rombong saya dibongkar paksa. Beberapa barang yang di dalam rombong diambil pelaku. Saya kehilangan satu kompor gas satu tungku, beberapa barang dan sejumlah uang yang tersimpan di dalam laci meja,” terang Putu Indra yang beberapakali menjuarai turnamen karate baik di tingkat daerah maupun nasional ini.
Akibat kejadian tersebut, sarjana ekonomi jurusan Manajemen Bisnis Internasional jebolan Politeknik Negeri Bali ini mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah. Namun sejauh ini Indra tidak melaporkan kejadian naas yang menimpanya itu ke pihak kepolisian. Alasannya sederhana. “Udahlah biarin, saya ikhlaskan saja. Saya tidak lapor polisi karena saya tidak mau ribet. Sebagai pebisnis, saya tidak mau banyak kehilangan waktu,” ujarnya.
Hanya saja ia mengimbau kepada Polres Gianyar dan jajaran Polsek Sukawati agar rutin melakukan patroli malam (KRYD) di titik-titik rawan kriminalitas di sekitar wilayah Celuk. Langkah preventif ini dilakukan untuk menjamin keamanan warga dan rasa nyaman pemilik usaha yang ada di seputaran Jalan Raya Celuk. Mengingat, kawasan ini dikenal sebagai pusat kerajinan emas dan perak.
Untuk diketahui, di daerah ini terdapat puluhan toko, art shop dan butik yang menjual barang-barang suvenir berupa kalung, gelang, cincin, bros yang pembuatannya berbahan baku emas dan perak.
“Pelaku pencurian biasanya menargetkan rombong pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan, pertokoan, butik, dan art shop yang sepi atau ditinggal pemiliknya. Pelaku sering mengincar barang berharga seperti uang tunai dan elektronik saat penghuni lengah atau sedang tidur,” tutup pria bertubuh tambun, karateka pemegang sabuk Dan II (Nidan) ini. (sas)








