BADUNG, BBO.net – Penyebab tewasnya seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial CJMH (39) di ruang detensi keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai karena bunuh diri.
“Korban diduga menghakhiri hidupnya dengan menggunakan handuk warna abu-abu,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D Simatupang, Kamis (16/7/2026) di Denpasar.
Dugaan tersebut berdasarkan hasil olah TKP petugas kepolisian, pemeriksaan saksi, dan rekaman CCTV, di mana saat ditemukan leher korban terikat handuk di dalam kamar mandi.
Hal ini diperkuat dari hasil koordinasi dengan pihak RSUP Prof Ngoerah Denpasar terkait hasil pemeriksaan autopsi yang dijelaskan oleh dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp. FM, Subsp., FK (K)., DFM.
“Saat ini kasusnya masih dalam penanganan Polsek Kuta Selatan bersama instansi terkait untuk melengkapi proses penyelidikan, serta memastikan penyebab dan rangkaian kejadian secara menyeluruh,” beber Kapolresta.
Di lokasi yang sama Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan menerangkan, sebelumnya CJMH dilaporkan oleh mantan istrinya pada akhir Maret 2026 lalu terkait dugaan penyalahgunaan izin tinggal.
Petugas Imigrasi Ngurah Rai kemudian memanggilnya untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan, serta menyelesaikan proses keimigrasiannya secara kooperatif.
Namun beberapa kali undangan klarifikasi dikirim, ia tidak mau datang sehingga hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa ia terbukti melakukan penyalahgunaan izin tinggal.
Hingga akhirnya petugas mengambil tindaka dan mengamankan CJMH saat berada di rumahnya di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (10/7/2026) siang.
WNA tersebut kemudian ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Ngurah Rai guna menunggu proses pendeportasian. Sorenya, petugas piket melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi deteni di ruangannya.
Dalam pemantauan berkala berikutnya melalui kamera pengawas (CCTV), petugas mendapati kejanggalan pada posisi deteni yang tidak menunjukkan pergerakan dalam waktu cukup lama di dalam toilet.
Petugas segera mendatangi lokasi dan menemukan CJMH dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia langsung diberikan pertolongan pertama termasuk bantuan oksigen, serta berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat untuk pengiriman ambulans.
“Tim medis yang tiba segera melakukan penanganan awal sebelum membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran untuk perawatan lebih intensif. Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” beber Bugie. (agw)








