DENPASAR, BBO.net Kontingen Bali menjadikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Cabang Olahraga (cabor) Bela Diri 2026 yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, Oktober mendatang sebagai ajang pemanasan sekaligus persiapan dan evaluasi menuju PON XXII/2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali, Ketut Jagra Sunu kepada Beritabalionline.net saat ditemui di sela-sela berlangsunya tes susulan atlet PON Beladiri Bali 2026 di Gedung KONI Bali, Jalan Melati, Denpasar, Sabtu (15/8/2026), mengatakan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan, promosi, dan degradasi atlet untuk membentuk tim utama pada PON mendatang.
“PON Bela Diri 2026 di Manado ini juga menjadi ajang promosi dan degradasi atlet — mereka layak atau tidak nanti turun di PON mendatang. Ini sebagai salah satu bentuk pembinaan terhadap atlet untuk persiapan menuju PON XXII,” ujar Jagra Sunu, seraya menyatakan tidak menutup kemungkinan ada degrasi atlet jika tidak memenuhi syarat.
Dijelaskan, dalam waktu satu sampai dua bulan ini pihaknya akan terus melakulan pemantauan dan evaluasi terhadap kesiapan fisik maupun non-fisik atlet. Termasuk masalah pendanaan keberangkatan kontingen. Atlet yang menjalani tes kesehatan dan kebugaran sebanyak 71 orang dari 7 cabor.
Menurut Jagra Sunu, di PON Beladiri tahun ini, kontingen Bali membidik 15 keping medali emas dengan posisi empat besar. Bali akan mengikuti 7 cabor dari 8 cabor yang dipertandingkan. Satu cabor yang tidak diikuti adalah anggar karena alasan kemampuan atlet anggar Bali saat ini belum sepadan dengan prestasi atlet anggar tingkat nasional.
Adapun 8 cabor yang akan dipertandingkan pada PON khusus olahraga tarung di Manado nanti adalah Anggar, Hapkido, Kickboxing, Kurash, Muaythai, Tinju, Yongmodo, IBCA MMA.
Menyinggung soal pemberian bonus bagi atlet peraih medali di PON Beladiri, Jagra Sunu menyebut masalah itu masih dipikirkan. “Sekali lagi, itu tergantung ketersediaan dana yang ada. Jika memungkinkan, tentu KONI akan mempertimbangkannya,” ucapnya.
Dikatakan, hasil PON Beladiri di Manado nanti merupakan tahap awal dan belum bisa dijadikan patokan untuk target PON XXII/2028 nanti. “Ini masih tahap awal, jadi kita belum bisa melihat apakah hasil di PON Beladiri nanti bisa dijadikan target akhir pada PON mendatang Tapi yang pasti, kami tetap memberikan semangat kepada semua atlet-atlet yang akan bertanding,” ujarnya.
Menurut Jagra Sunu, seluruh atlet dipersiapkan dengan serius meski ajang PON Bela Diri ini bukan menjadi sasaran utama. Fokus utama tetap tertuju pada PON XXII/2028 di NTB dan NTT, di mana Bali bertekad memperbaiki posisi.
Untuk diketahui, Kontingen Provinsi Bali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 berhasil meraih total 134 keping medali, yang terdiri dari 36 medali emas, 38 medali perak, dan 60 medali perunggu, serta menempati peringkat ke-7 secara nasional. (sas)






