Dukung Kesiapan Sistem Terima Pembangkit Baru, PLN Pasang Meter Utama dan Pembanding di GI Kubu

oleh
oleh
Pemasangan kWh meter utama dan kWh meter pembanding di GI Kubu. (FOTO: BBO/Ist)

KARANGASEM, BBO.net – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memasang kWh meter utama dan kWh meter pembanding guna memperkuat kesiapan sistem kelistrikan di Gardu Induk (GI) Kubu, Kabupaten Karangasem.

“Perangkat tersebut berfungsi memastikan energi listrik yang masuk ke sistem dapat diukur dan tercatat secara akurat, seiring bertambahnya sumber pembangkit yang terhubung ke sistem kelistrikan Bali,” kata Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra, Kamis (20/8/2026) di Denpasar.

Dijelaskan, pemasangan kedua meter tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap energi yang masuk ke sistem dapat diketahui secara tepat.

Meter utama menjadi acuan pencatatan energi, sedangkan meter pembanding menyediakan data referensi untuk memeriksa konsistensi hasil pengukuran.

Ia melanjutkan, di GI Kubu, keberadaan meter utama dan meter pembanding memungkinkan PLN melakukan pemeriksaan terhadap konsistensi hasil pengukuran.

Apabila terdapat perbedaan pencatatan, data dari kedua perangkat tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi petugas untuk memastikan kualitas pengukuran tetap terjaga.

Data pengukuran juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses rekonsiliasi energi, mengevaluasi aliran energi, serta membantu pengambilan keputusan dalam pengoperasian sistem kelistrikan.

“Dengan demikian, pengukuran bukan hanya soal mencatat angka, tetapi menjadi bagian dari tata kelola energi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Dikatakan Irwan, secara sederhana, kWh atau kilowatt-jam merupakan satuan energi listrik. Satu kilowatt-jam menggambarkan energi yang digunakan oleh perangkat berdaya 1.000 watt ketika beroperasi selama satu jam.

Satuan tersebut digunakan dalam pencatatan konsumsi listrik pelanggan maupun pengukuran energi pada berbagai titik dalam sistem ketenagalistrikan.

Pemasangan meter utama dan pembanding di GI Kubu juga menjadi bagian dari kesiapan sistem dalam menerima dan mengelola energi dari pembangkit baru.

Kehadiran sumber energi baru tidak hanya membutuhkan kesiapan pembangkit, jaringan, dan gardu induk, tetapi juga sistem pengukuran yang mampu mencatat energi secara tepat.

“Hal ini penting karena setiap energi yang masuk ke sistem perlu diketahui besaran dan alirannya. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi PLN dalam mengelola keseimbangan sistem, melakukan evaluasi operasi, serta memastikan energi dapat disalurkan secara optimal kepada pelanggan,” tegasnya. (agw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.