DENPASAR, BBO.net – Tim penilai yang dibentuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali telah menyelesaikan proses penilaian sayembara logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2027.
Humas KONI Bali, I Gusti Ngurah Mertayasa kepada Beritabalionline (BBO).net, di Denpasar, Minggu (20/9/2026), mengatakan, ada enam logo dan maskot yang masuk nominasi dan telah ditentukan juara satu, dua dan tiga, serta harapan satu, dua dan tiga. Dalam sayembara logo dan maskot yang dibuka untuk umum itu, ada 50 lebih karya yang masuk ke panitia sayembara KONI Bali.
Sayembara yang digelar atas kerja sama antara KONI Bali dan KONI Buleleng tersebut ditujukan untuk menjaring identitas visual resmi yang akan digunakan dalam ajang olahraga bergengsi dua tahunan tingkat Provinsi Bali itu.
Sebelumnya, Sekretaris Umum KONI Bali, Ketut Jagra Sunu mengatakan, beberapa poin penting terkait hasil dan ketentuan penilaian sayembara logo dan maskot Porprov Bali 2027 didasarkan pada konsep utama berbasis kearifan lokal.
Karya maskot yang dinilai wajib menyertakan petunjuk utama berupa Singa Ambara Raja, yang merupakan ikon sejarah dan lambang kejayaan dari Kabupaten Buleleng selaku tuan rumah tunggal Porprov Bali XVI/2027.
Tim juri yang terdiri dari unsur Koni Bali, Koni Buleleng, auniversitas Udayana, Stikom Bali dan ISI Bali, melakukan verifikasi ketat terhadap orisinalitas karya peserta sayembara agar terbebas dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembuatan desain.
“Karya terbaik yang telah dipilih tim penilai, selanjutnya dilaporkan kepada Ketua Umum Koni Bali, Nyoman Giri Prasta. Nanti kita undang teman teman wartawan olahraga untuk membantu mengimformasikan secara luas logo dan mascot porprov bali XVII/2027,” kata Jagra Sunu.
Dijelaskan, 50 lebih desain logo dam maskot yang masuk ke panitia sayembara setelah dilakukan verifikasi tim juri, terseleksi 20 karya masuk dalam sembilan besar. Dari sembilan karya tersebut, tim juri sempat dibuat kewalahan. Mengingat karya- karya peserta semua masuk dalam ketentuan kategori lomba yang telah ditentukan panitia sebelumnya.
Karenanya, lanjut dia, tim juri harus bekerja ekstra keras untuk menentukan tiga karya terbaik, dengan menilai sedetail mungkin karya logo yang dikirim oleh masing-masing peserta.
Tiga besar telah ditentukan, dengan persaingan poin yang cukup ketat seperti, di posisi I, II dan III sebagai juara dengan nilai 473.00, 424.00 dan 393.00. Sementara untuk tiga besar juara harapan I, II, dan III masing-masing dengan nilai 362.00, 338.00 dan 316.00.
Karya terbaik yang telah dipilih oleh tim penilai masing masing akan mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing untuka juara I sebesar Rp10.000.000, juara II Rp7.500.000, juara III Rp5.000.000. Sedangkan untuk tiga juara harapan masing-masing mendapatkan Rp2.000.000.
Pengumuman pemenang resmi dan peluncuran (launching) logo serta maskot pilihan tim penilai ini dipersiapkan sebagai penanda awal kesiapan Kabupaten Buleleng dalam menyambut pesta olahraga terbesar dua tahunan di Pulau Dewata, demikian Jagra Sunu. (*/bbo)








