DENPASAR, BBO.net – Kendala utama yang dihadapi Ikatan Motor Indonesia (IMI) dalam mengembangkan dunia olahraga otomotif dan mobilitas di tanah air meliputi beberapa faktor, di antaranya keterbatasan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Moreno Soeprapto menjawab Beritabalionline (BBO).net saat ditemui usai membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Bali di Nexx Kafe, Denpasar, Sabtu (26/9/2026).
Dikatakan, kurangnya jumlah sirkuit berskala nasional menjadi hambatan besar dalam menyelenggarakan kejuaraan tingkat tinggi dan memfasilitasi pembinaan pembalap-pembalap lokal. Selain itu, Moreno juga mengakui kedala lain yang dihadapi IMI adalah menyangkut soal keterbatasan finansial.
Olahraga otomotif, lanjut dia, dikenal sebagai industri yang membutuhkan biaya sangat tinggi (high-cost). IMI sering kali terkendala anggaran/dana dalam memberikan dukungan pembiayaan langsung serta mengoptimalkan program keselamatan balap (safety) secara terjangkau.
Kendala lain yang juga cukup krusial dihadapi IMI saat ini yaitu tantangan regenerasi dan pembibitan atlet terutama atlet lokal di daerah yakni ketersediaan fasilitas balap dan even otomotif baik berskala nasional, regional maupun internasional.
“Dibandingkan olahraga lainnya, pembibitan atlet balap jauh lebih sulit karena faktor ketersediaan modal, mahalnya kendaraan/peralatan, serta minimnya akses ke jejaring internasional sejak usia dini,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya menyambut baik rencana IMI Bali untuk membangun sirkuit di Kabupaten Buleleng. “IMI Pusat mendorong pembangunan sirkuit di Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028,” ujarnya.
Menurut Moreno, kehadiran sirkuit representatif dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus mengejar target meraih medali pada ajang olahraga bergengsi tingkat nasional tersebut.
Menyikapi beberapa kendala yang dihadapi IMI saat ini, Moreno berharap kepada IMI di daerah untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, memperluas penjaringan atlet muda berbakat di akar rumput, serta aktif bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami minta kepada teman-teman IMI di daerah untuk aktif bersinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong prestasi pembalap-pembalap muda berbakat. Selain memperbanyak even untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui wisata olahraga (sport tourism),” harapnya.
*Usrox Ketua IMI Bali 2026-2030*
Sementara itu, Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Bali 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu (26/9/2026) di Nexx Kafe, Jalan Diponegoro, Denpasar, berhasil menetapkan I Ketut Budiyana alias Usrox yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IMI Bali Periode 2026–2030.
Agenda Musprov IMI Bali kali ini, selain membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Gusti Ngurah Anom yang akrab dipanggil Ajik Krisna, juga merumuskan program kerja baru untuk memajukan prestasi olahraga otomotif, mobilitas, dan sport tourism di Bali.
Selain penyusunan program kerja terkait pengembangan sport tourism, Musprov IMI Bali juga membahas tentang pembinaan atlet usia dini, dan pencarian sumber pendanaan mandiri organisasi. (sas)






