Komisi III dan IV DPRD Denpasar Dorong Revitalisasi SDN 18 Padangsambian Masuk Skala Prioritas

oleh
oleh
Kunjungan lapangan anggota Komisi III dan Komisi IV, DPRD Kota Denpasar, ke Sekolah Dasare Negeri 18 Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (22/10/2026). (FOTO: BBO/Ketut Kharya)

DENPASAR, BBO.net – Belum terealisasinya revitalisasi gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Padangsambian, mendapat perhatian serius jajaran DPRD Denpasar. Karena dari kunjungan lapangan anggota Komisi III dan Komisi IV, Kamis (22/10/2026), terungkap jika kondisi gedung SDN 18 yang dibangun tahun 1983 itu, cukup memprihatikan. Selain kekurangan ruang belajar, areal sekolah juga rawan banjir, terutama pada musim hujan.

‘’Kunjungan ini menindaklanjuti terkait adanya usulan renovasi gedung sekolah, serta untuk melihat proses belajar mengajar. Karena berdasarkan informasi usulan renovasi sudah beberapa kali disampaikan mulai tahun 2022 dan 2025, namun sampai kini belum terealisasi. Makanya kami mendorong agar revitalisasi gedung sekolah ini masuk skala prioritas,’’ kata Ketua Komisi IV, I Wayan Duaja, didampingi Wakil Ketua Komisi III, I Nyoman Tananjaya Asmara Putra dan Wakil Ketua Komisi IV, I Nyoman Sumardika.

Dalam kunjungan itu, turut haditr Ketua Komisi III, I Ketut Budha, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) Disdikpora Denpasar, I Nyoman Suriawan, Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra, Kepala SDN 18, Ni Made Widhi Lestari beserta jajarannya, serta sejumlah anggota Komisi III dan IV, DPRD Denpasar. Diantaranya, Putu Melati Purbaningrat Yo, I Gede Tommy Sumerta, AA Gede Mahendra, Agus Wirajaya, I Made Westra dan I Ketut Sudana.

Kepala SDN 18 Padangsambian, Ni Made Widhi Lestari didampingi salah satu guru, I Wayan Suarsa mengatakan, saat ini SDN 18 memiliki enam ruang belajar, satu ruang guru, perpustakaan serta beberapa fasilitas lainnya. Sedangan untuk jumlah siswa tercatat 380 orang dengan 12 rombel, sehingga proses belajar mengajar dalam sehari dilaksanakn dua shif. Selain kekurangan ruang belajar, kondisi gedung sekolah yang dibangun pada 1983 sudah mengalami kerusakan. ‘’Jika musim hujan halaman sekolah juga rawan banjir,’’ tampah Suarsa.

Terkait usulan Dewan, Kabid PSD Disdikpora, Nyoman Suriawan mengakui, dari lima SDN di Padangsambian Kelod, SDN 18 Padangsambian belum tersentuh revitalisasi. Namun, kata Suriawan, sejatinya revitalisasi SDN 18 sempat masuk skala prioritas pada TA 2027. Tapi karena terbatasnya anggaran, maka revitalisasi ditunda. ‘’Tahun 2027 ini sejatinya diposting ada 20 sekolah yang masuk skala prioritas, termasuk SDN 18 Padangsambian. Namun karena anggaran terbatas, melalui TAPD meminta dilakukan seleksi kembali. Mengingat usulan revitalisasi gedung SDN 18 Padangsambian tidak didukung pokir maka oleh sistem usulan dicut,’’ ujarnya.

Suriawan juga mengakui jika sesuai Permendikdasmen No. 26 tahun 2025 khususnya pasal 17 satuan pembelajaran harus dilaksanakan satu shif dalam setiap harinya. Hal ini diberikan waktu sampai tiga tahun ke depan untuk melaksanakannya. Terkait hal ini pihaknya sudah melakukan analisis, karena sejumlah SD masih melaksanakan pembelajaran dalam dua shif. ‘’Di samping itu dalam revitalisasi gedung sekolah dan pembangunan RKB ini kami juga mengepankan azas pemerataan di semua kecamatan,’’ ujarnya. (bbo/kar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.