Parade Kesenian Tradisional Denpasar Tetapkan Delapan Sekaa Berpenampilan Terbaik

oleh
oleh
Wali Kota Jaya Negara Serahkan Piagam Penghargaan kepada Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik pada Parade Kesenian Tradisional Kota Denpasar Tahun 2026, Sabtu (24/10/2026). (FOTO: BBO/Dok Humas Pemkot Denpasar)

DENPASAR, BBO.net – Gelaran Parade Kesenian Tradisional yang menampilkan Sekaa Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Kebyar Anak-anak, dan Sekaa Baleganjur mencapai puncaknya, Sabtu (24/10/2026) di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

Sebanyak delapan sekaa ditetapkan sebagai peserta dengan penampilan terbaik. Pada kategori Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-anak, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekaa Gong Wanita Dharma Duta Laksana, Br. Kepisah, Pedungan; Sekaa Gong Anak Lila Tri Datu, Kelurahan Pemecutan; Sekaa Gong Anak Sida Gita Karya, Br. Dukuh Mertajati, Sidakarya; serta Sekaa Gong Anak Ganabala, Br. Semaga, Penatih.

Sementara itu, pada kategori Baleganjur, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekaa Baleganjur Tegal Jimbar, Desa Adat Panjer; Sekaa Baleganjur Dharma Astuti, Banjar Pande, Sumerta; Sekaa Baleganjur Asti Swetha Swara, Desa Adat Sesetan, serta Sekaa Baleganjur Dwi Tunggal, Br. Menesa, Puseh Pedungan.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua Komisi II DPRD Denpasar, I Wayan Sutama, serta anggota DPRD Denpasar, I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari, turut menyaksikan penampilan para sekaa pada hari kedua sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta berpenampilan terbaik.

Usai penyerahan piagam penghargaan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, penguatan seni budaya merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni budaya di perkotaan. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Karena itu, Parade Kesenian Tradisional diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional, khususnya seni klasik dan gong kebyar yang telah berkembang di Kota Denpasar.

Dijelaskan, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Kesenian Tradisional sebagai upaya pembinaan, pengembangan, sekaligus pelestarian seni. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan teknik tabuh dan mengembangkan kreativitas dalam memainkan gong kebyar, sekaligus melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya. “Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta yang belum berhasil meraih predikat terbaik agar tidak patah semangat. Hal ini mengingat kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah kreativitas bagi para seniman muda Kota Denpasar.

“Semua sekaa luar biasa. Bagi yang belum menjadi yang terbaik, jangan patah semangat. Terus belajar dan berlatih karena ke depan masih ada kesempatan untuk berkompetisi. Yang utama adalah menjaga dan melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan, selain menjadi ajang pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional dalam mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar Maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan sekaa Baleganjur di Kota Denpasar.

Narta menambahkan, jumlah peserta Parade Kesenian Tradisional tahun 2026 mencapai 16 sekaa. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah unsur, meliputi teknik, seperti gegedig dan tetekep, ide dan gagasan, struktur komposisi yang mencakup pangawit, pangawak, dan pangecet, kreativitas dalam pengembangan musikalitas dan orisinalitas garapan, serta penampilan yang meliputi ekspresi, gerak, dan tabuh.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, setiap sekaa Gong Kebyar Anak-anak dan Gong Kebyar Wanita yang tampil diberikan uang pembinaan sebesar Rp35 juta. Sementara itu, setiap sekaa baleganjur yang tampil memperoleh uang pembinaan sebesar Rp25 juta.

“Tentu kegiatan ini merupakan wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di masyarakat, sekaligus sebagai bentuk penyiapan sekaa atau duta-duta kesenian Kota Denpasar untuk mengikuti berbagai ajang seni, termasuk Pesta Kesenian Bali,” ujarnya. (bbo/humas.dps)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.