DENPASAR, BBO.net – Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk mendorong terciptanya ekosistem pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (26/10/2026).
Dalam audiensi tersebut, Ketua FPRMI Bali I Gde Suyadnyana alias Doflank bersama jajaran pengurus memaparkan arah organisasi yang berfokus pada penguatan profesionalisme insan pers, peningkatan kualitas pemberitaan, serta keberlanjutan industri media di tengah perkembangan teknologi dan tantangan dunia jurnalistik.
Suyadnyana hadir bersama Ketua Penasihat FPRMI Bali sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, I Wayan Dira Arsana, serta jajaran pengurus lainnya. Audiensi tersebut turut didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali, Ida Bagus Surja Manuaba.
Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat FPRMI Nomor 031-PP/024/FPRMI-Prov/VI/2026 tertanggal 27 Juni 2026, susunan Dewan Pembina FPRMI Bali dijabat oleh Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., dengan I Wayan Dira Arsana sebagai penasihat dan I Gde Suyadnyana sebagai ketua.
Adapun jajaran wakil ketua terdiri atas IDM Suta Sastra Dinata sebagai Wakil Ketua I Bidang Organisasi, I Dewa Putu Sumerta sebagai Wakil Ketua II Bidang Pengembangan Media, I Nyoman Sarmawa sebagai Wakil Ketua III Bidang Kerja Sama Antarlembaga, Ida Bagus Made Pasma sebagai Wakil Ketua IV Bidang Kesejahteraan, Rudianto sebagai Wakil Ketua V Bidang Pariwisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif/UMKM, serta I Nyoman Sunaya sebagai Wakil Ketua VI Bidang Infokom/Humas dan Publikasi.
Sementara itu, posisi Sekretaris dijabat I Gusti Ngurah Dibia dan Bendahara oleh Jeffry Karangan. Kepengurusan FPRMI Bali masa bakti 2026–2029 tersebut dilantik oleh Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson Lumi di Yogyakarta pada 18 Juli 2026.
Suyadnyana menjelaskan, pembentukan FPRMI Bali merupakan bagian dari upaya memperkuat peran pemimpin redaksi dan pengelola media dalam membangun industri pers yang sehat, mandiri, serta mampu menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.
“Kami ingin FPRMI Bali menjadi wadah kolaborasi bagi para pemimpin redaksi dan pengelola media untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga independensi pers, serta mendorong pemberitaan yang bertanggung jawab. Media tidak hanya dituntut menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus mengedepankan akurasi, etika, dan kepentingan publik,” jelas Suyadnyana.
Ia menambahkan, sesuai tujuan organisasi, FPRMI berkomitmen mewujudkan masyarakat yang cerdas, demokratis, tertib, adil, makmur, dan sejahtera dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah agenda, antara lain mengawal kebebasan pers dan kebebasan berpendapat, memperjuangkan hak masyarakat untuk memperoleh informasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta membantu penyelesaian persoalan yang dihadapi anggota maupun mitra kerja sesuai ketentuan perundang-undangan.
FPRMI juga mendorong pengembangan media melalui pendidikan dan konsultasi di bidang keredaksian maupun usaha, pemetaan potensi anggota, penguatan kerja sama antarlembaga, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kemajuan industri media.
Organisasi ini mengusung visi terwujudnya pers yang bebas, bertanggung jawab, dan profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, meningkatkan kesejahteraan insan pers, serta menjaga kedaulatan negara.
Sementara itu, I Wayan Dira Arsana menekankan pentingnya membangun solidaritas dan kerja sama antarlembaga pers agar tantangan industri media dapat dihadapi secara bersama-sama.
“Penguatan organisasi pers harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan usaha media. Kami berharap FPRMI Bali dapat menjadi ruang kolaborasi, berbagi informasi, serta memperjuangkan kepentingan insan pers dengan tetap menjunjung tinggi etika dan kemerdekaan pers,” kata Dira yang juga Pemimpin Redaksi Bali Post ini.
Dalam kesempatan tersebut, Dira juga menyampaikan rencana menjadikan Gedung PWI Bali sebagai rumah bersama bagi organisasi pers dan media di Bali. Rencana itu diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan membuka ruang kolaborasi antarlembaga.
Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi terbentuknya kepengurusan FPRMI Provinsi Bali. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan organisasi dan rencana renovasi Gedung PWI Bali agar dapat dimanfaatkan bersama oleh organisasi pers dan media.
“Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi terbentuknya kepengurusan FPRMI Bali. Kami berharap organisasi ini dapat berkontribusi dalam membangun pers yang profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik. Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga sinergi antara pemerintah dan insan pers perlu terus diperkuat tanpa mengabaikan independensi media,” tandas Koster.
Dalam rangkaian audiensi tersebut, Suyadnyana mendaulat Koster sebagai Ketua Dewan Pembina FPRMI Bali. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan dan pemakaian seragam FPRMI Bali kepada Gubernur Bali.
Audiensi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Gubernur Bali, jajaran pengurus FPRMI Bali, dan perwakilan Pemprov Bali. (*/bbo)







