Tokoh Penting dalam Perjuangan di Denpasar, Kapten Japa Diusulkan Peroleh Gelar Pahlawan Nasional

oleh
oleh
Bernard Keytimu penulis biografi Ida Bagus Putu Japa menyerahkan buku kepada salah satu narasumber dalam seminar. (FOTO: Agung Widodo/Beritabalionline.net)

DENPASAR, BBO.net – Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bali, tidak terlepas dari peran para pejuang daerah yang berani menghadapi upaya Belanda/NICA untuk kembali menguasai wilayah Indonesia.

“Salah satu tokoh yang dikenang dalam perjuangan tersebut adalah Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa,” kata Anggota DPD RI dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dalam seminar bertajuk “Mengenal Sosok dan Perjuangan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa”, Selasa (27/10/2026) di Gedung Sewaka Dharma (GSD), Lumintang, Denpasar.

Di sana Rai Mantra mengulas latar belakang kehidupan Kapten Japa yang dalam sejumlah dokumen juga ditulis Ida Bagus Putu Djapa, pembentukan karakter kepemimpinannya.

Nilai budaya yang melandasi perjuangan, serta alasan historis dan keteladanan yang relevan untuk dikaji dalam proses pengusulan sebagai Pahlawan Nasional.

Makalah itu juga mengaitkan perjuangan Kapten Japa dengan ketentuan perundang-undangan mengenai Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Dirinya memandang perjuangan Kapten Japa sebagai bagian dari perjuangan nasional mempertahankan kemerdekaan, sehingga jasa dan keteladanannya patut terus dikaji dalam proses pengusulan sebagai Pahlawan Nasional.

Pengusulan tersebut lanjutnya, tetap merupakan proses yang harus dinilai melalui mekanisme dan persyaratan yang berlaku.

“Melalui pengkajian sejarah dan pewarisan nilai perjuangan, kisah Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa diharapkan semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi muda,” tuturnya.

Narasumber lain, Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., selaku Guru Besar Ilmu Sejarah Asia pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana membahas peran Kapten Japa dalam perjuangan bersenjata, serta pentingnya mewariskan nilai nasionalisme dan kepahlawanan kepada generasi berikutnya.

Ia mengungkapkan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bali, menyimpan kisah para pemuda yang mempertaruhkan nyawa untuk menghadapi upaya kembalinya kekuasaan kolonial.

Prof. Ardhana menambahkan, pengusulan Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa sebagai Pahlawan Nasional menjadi bagian penting sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Bali.

Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah ini juga menekankan pentingnya mengkaji tokoh sejarah untuk menghadirkan teladan moral bagi masyarakat.

“Keberanian, pengabdian tanpa pamrih, nasionalisme, dan kesediaan berkorban demi kepentingan bangsa merupakan nilai yang dapat dipelajari dari perjuangan Kapten Japa,” tegasnya.

Sementara Bernard Keytimu selaku praktisi dan jurnalis sejarah dalam seminar menyajikan rekonstruksi rute pergerakan pasukan Kapten Japa.

Mulai dari Markas Pagutan menuju Tangsi Kayumas, melalui sejumlah kawasan, termasuk Petangan/Poh Gading, Teguh Kori, Pagan, Kelandis, dan Yang Batu.

Peta rekonstruksi tersebut diposisikan
sebagai alat bantu penelitian berdasarkan sumber sekunder dan data lokasi yang tersedia, bukan sebagai pengganti verifikasi arsip primer.

Penulis biografi Ida Bagus Putu Japa ini menambahkan, Kapten Japa merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan khususnya di Denpasar.

Pejuang asal Denpasar ini gugur ketika memimpin sektor timur dalam serangan terhadap Tangsi Kayumas, yang dalam dokumen Belanda disebut Prajoda-kazerne pada 11 April 1946 silam.

“Pada saat itu pasukan pemuda pejuang berjumlah sekitar 800 orang. Kapten Japa gugur dalam pertempuran di sekitar Tangsi Kayumas pada usia 21 tahun,” jelasnya.

Seminar bertajuk “Kapten Japa Menuju Pahlawan Nasional: Gugur dalam Serangan Umum Kota Denpasar 11 April 1946″ merekomendasikan agar Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa diusulkan untuk memperoleh Gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya menempatkan perjuangan
Kapten Japa sebagai bagian dari sejarah nasional sekaligus memperkuat dokumentasi dan verifikasi sumber sejarah. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.