DENPASAR, BBO.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali menjadikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII/2027 sebagai ajang evaluasi dan seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.
“Tidak hanya sebagai ajang evaluasi pembinaan olahraga amatir di tingkat kabupaten/kota, juga modal awal untuk mempertahankan prestasi di PON XXII tahun 2028,” kata Wakil Ketua I KONI Bali, Dr. Maryoto Subekti dalam bincang-bincang dengan wartawan Koran Metro, di Gedung KONI Bali, Jalan Melati, Denpasar, baru-baru ini.
Porprov Bali XVII dijadwalkan berlangsung pada September tahun depan dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga ditambah lima cabor eksibisi yang sebelumnya sudah pernah dipertandingkan. Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah Porprov Bali 2027.
Dijelaskan Maryoto, Porprov menjadi momentum penting untuk menjaring atlet potensial sebelum menghadapi babak kualifikasi PON XXII/2028 yang berlangsung pada 2027.
“Usai Porprov XVII, kita akan dihadapkan pada babak kualifikasi PON XXII di tahun 2027 sebagai pintu awal untuk tampil pada PON XXII tahun 2028 di NTB dan NTT,” ujarnya.
Maryoto menilai Porprov merupakan bagian penting dari sistem pembinaan prestasi atlet di Bali. Menurut Dia, ajang tersebut menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan yang dilakukan masing-masing cabang olahraga di seluruh kabupaten/kota.
“Tujuan kita melakukan pembinaan atlet untuk dapat berprestasi maksimal dalam mengharumkan nama daerah, bangsa, dan negara di setiap event olahraga yang diikuti,” terangnya.
Maryoto berharap seluruh atlet menampilkan kemampuan terbaik sebagai hasil pembinaan dan latihan selama ini.
Ia juga meminta pengurus provinsi setiap cabang olahraga memanfaatkan Porprov untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus memilih atlet terbaik pada setiap nomor pertandingan.
“Kita berharap pelaksanaan Porprov Bali 2027 dapat berlangsung lebih tertib, kompetitif, dan berkualitas sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi,” kata Maryoto. (sas)







