DENPASAR, BBO.net – Polresta Denpasar tengah mendalami kasus tewasnya seorang pemuda bernama Kadek Suparta yang ditemukan di pinggir Jalan Bypass Ngurah Rai, depan Krisna Oleh-Oleh Kuta, Badung.
“Korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di ruang HCU RSUP Prof. Ngoerah Denpasar,” kata Kasihumas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (5/11/2026) di Denpasar.
Kasihumas menerangkan, Satreskrim Polresta melakukan penyelidikan usai menerima laporan dari Wayan Suardika selaku kakak korban, Rabu (4/11/2026). Dalam laporan, Wayan menyebut adiknya menjadi korban penganiayaan.
Namun dari keterangan saksi, korban bersama teman kerjanya bernama Nabila pergi ke Pantai Jerman, Kuta untuk mengikuti acara minum-minuman keras, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.
Lantaran dalam kondisi mabuk berat, Kadek Suparta dibonceng menuju tempat kos temannya di Jalan Taman Griya, Tuban, Senin (2/11/2026) sekitar pukul 04.35 Wita.
Tak lama di sana, korban kemudian pergi seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Hingga akhirnya, korban ditemukan tergeletak terluka parah di dekat trotoar.
Tidak jauh, motor yang dikendarai korban didapati dalam keadaan rusak berat di bagian depan atas, stang bengkok ke atas, garpu bengkok, dan spion lepas.
Korban lalu dibawa menuju RS Bali Jimbaran oleh pengemudi mobil pikap bernama Paiman, yang saat itu sedang melintas di lokasi kejadian bersama istrinya.
Sampai di RS Bali Jimbaran, korban disarankan menjalani tindakan medis. Namun karena kendala biaya, keluarga membawanya ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar sekitar pukul 21.14 Wita. Dua hari dirawat, korban meninggal dunia.
Di sisi lain, korban sempat menyampaikan kepada kakaknya bahwa pada saat minum-minum sempat dikerumuni dan ditaruh saja di rumah sakit. Pengakuan korban memicu dugaan tindak pidana dan viral di media sosial.
Kasihumas mengatakan, dari keterangan para saksi dan kerusakan berat pada kendaraan, kasus tersebut kuat mengarah pada kecelakaan lalu lintas, bukan diakibatkan penganiayaan.
“Karakteristik kerusakan ini diduga kuat akibat benturan keras berenergi tinggi dan tidak sesuai dengan pola perusakan oleh tenaga manusia. Selain itu, barang milik korban juga tidak yang hilang,” tutur Iptu Gede Adi. (agw)








