BERITABALIONLINE.net – Bandara I Gusti Ngurah Rai mengungkap terjadi pembatalan penerbangan rute internasional oleh sejumlah maskapai menyusul memanasnya situasi di kawasan Timur Tengah.
“Sampai dengan pukul 13.00 Wita, terdapat total 35 jadwal penerbangan rute internasional mengalami pembatalan penerbangan,” kata Communication and Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi, Rabu (4/3/2026) di Badung.
Maskapai yang membatalkan keberangkatan penerbangan yakni Emirates EK369, Etihad Airways EY477 dan Qatar Airways QR96 dengan rute Denpasar – Doha, Denpasar – Dubai, dan Denpasar – Abu Dhabi.
Selain membatalkan keberangkatan lantaran penutupuan ruang udara di Timur Tengah, ketiga maskapai tersebut juga membatalkan penerbangan menuju Denpasar.
“Jadi 35 pembatalan jadwal penerbangan internasional baik keberangkatan maupun kedatangan ini terjadi sejak 28 Februari,” beber Gede Eka Sandi.
Kendati demikian lanjutnya, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.
Serta terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara.
Yakni dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
Ditambahkan, berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 5.905 penumpang.
“Di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan. Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai,” terangnya. (agw)






