DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Agung 2026 untuk kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.
“Polri bersinergi dengan TNI, dinas, serta lembaga terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D Simatupang, Senin (9/3/2026) di Gedung Pesat Gatra Lantai III Polresta Denpasar.
Rakor dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar, Dandim 1611/Badung, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Majelis Desa Adat (MDA), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kapolresta Denpasar menjelaskan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan agenda rutin tahunan, yang bertujuan untuk memantapkan koordinasi dan kerja sama antarinstansi terkait.
Kegiatan ini sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang terjadi pada pengamanan tahun sebelumnya.
“Dengan demikian diharapkan pelaksanaan pengamanan tahun ini dapat berjalan lebih optimal dalam memberikan rasa aman, pelayanan, serta kenyamanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Kombes Leonardo juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan konsep pengamanan melalui operasi terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Agung 2026 yang akan dilaksanakan selama 13 hari, 13-25 Maret 2026.
Pada kesempatan tersebut, Kabag Ops Polresta Denpasar turut memaparkan sejumlah materi terkait kondisi keamanan wilayah, di antaranya tren gangguan kamtibmas, perkembangan kejahatan kriminalitas.
Kasus-kasus menonjol, serta tren kecelakaan lalu lintas yang menjadi bahan evaluasi bersama dalam menyusun langkah antisipasi ke depan.
Sementara Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Denpasar atas inisiasi pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
“Pentingnya mengantisipasi potensi kerawanan khususnya saat malam pengerupukan agar kejadian yang pernah terjadi beberapa tahun lalu tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa pelaksanaan malam pengerupukan yang dimulai pukul 19.00 Wita, diharapkan adanya pengaturan terkait pelaksanaan sholat Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.
“Kami harap agar pelaksanaan sholat Idul Fitri dapat menyesuaikan waktu pelaksanaannya dengan situasi Hari Raya Nyepi,” tegasnya.
Dalam rakor perwakilan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif mengingat pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berlangsung berdekatan.
Diharapkan seluruh masyarakat dapat saling menghormati dan menahan diri agar kedua perayaan keagamaan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Sementara Ketua Muhammadiyah Kota Denpasar juga menyampaikan bahwa kesepakatan yang telah dibangun bersama perlu dikawal dan dilaksanakan dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri pada 20 Maret 2026 direncanakan diundur menjadi pukul 08.00 Wita.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang tengah beredar di media sosial,” ujar Ketua Muhammadiyah Denpasar. (agw)






