Beritabalionline.net – Tahun ini Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bali akan memberangkatkan 698 calon jemaah haji. Dari jumlah tersebut, 239 orang merupakan calon jemaah haji dari Kota Denpasar.
“239 itu data per hari ini ya, karena masih ada tambahan cadangan, serta ada beberapa calon jemaah yang menunda keberangkatan. Nanti kepastiannya pada saat mendekati keberangkatan,” terang Kepala Seksi Penyelanggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kota Denpasar, H Suraji, Minggu (21/5/2023) di Denpasar.
Dikatakan, calon jemaah haji (CJH) asal Kota Denpasar yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah tahun ini, sebelumnya telah mendaftar pada 2012 silam.
“Untuk usia, 41 orang berusia di atas 65 tahun. Paling tua 83 tahun, dan termuda berusia sekitar 25 tahun,” jelasnya saat ditemui usai menggelar manasik haji.
Suraji mengungkapkan bahwa saat ini untuk kesiapan keberangkatan telah mencapai 90 persen. Di mana pihaknya telah melakukan penyiapan dokumen, pelunasan pembayaran.
Kemudian pemeriksaan kesehatan serta melakukan vaksin meningitis terhadap para calon jemaah haji. Saat ini lanjutnya, PHU Kemenag Kota Denpasar hanya tinggal menunggu jemaah cadangan.
“Kita ini kan ada dua kali cadangan, pertama yang telah melunasi ada 5 orang. Kemudian minggu kemarin ada 8 orang cadangan yang melunasi. 8 orang ini masih belum jelas, apakah bisa berangkat tahun ini atau gimana,” tuturnya.
Setelah semua siap, para calon jemaah haji dari seluruh Bali akan diberangkatkan secara serentak menuju Embarkasi Surabaya pada 9 Juni 2023 dini hari.
Khusus Denpasar, calon jemaah haji berangkat menggunakan 7 bus. Karena tidak ada bantuan transportasi dari pemerintah daerah, mereka mengeluarkan uang tambahan di luar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk menyewa bus.
“Idealnya dibantu dengan kemampuan pemerintah daerah masing-masing. Kita sudah mengajukan (bantuan,) tapi ini masih proses. Jadi para jemaah iuran mandiri untuk sewa bus,” jelasnya. (agw)






