Beritabalionline.net – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana merevitalisasi Pasar Umum Negara belum dapat berjalan dengan lancar, mengingat adanya pro dan kontra dari para pedagang di sana.
“Paguyuban Pedagang Pasar Umum Negara mengharapkan aspirasi yang mereka sampaikan mendapat solusi,” kata Kepala UPT Pasar Umum Negara Putu Ardana kepada awak media beberapa hari lalu.
Ia mengungkapkan, pro dan kontra oleh para pedagang dikarenakan gambar yang beredar memiliki bentuk dengan 4 lantai.
Dilihat dari beberapa pasar yang ada di wilayah Bali, hal itu tidak dapat digunakan secara maksimal oleh para pedagang.
Selain itu juga ukuran kios yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana mengalami perubahan bentuk, di mana luas pasar yang lama awalnya berukuran 4,5 meter x 8 meter menjadi kios 2 x 3 meter.
Namun hal tersebut lanjutnya, akan terus dilakukan pendekatan kepada para pedagang mengingat waktu yang sudah mendesak dan situasi saat ini sangat kondusif menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Dirinya menambahkan, rencana revitalisasi telah dikeluarkan surat yang ditujukan kepada para pedagang sesuai dengan Surat Pemberitahuan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jembrana Nomor : 510/893/Diskoperindag/2023.
Yang ditujukan kepada Para Pedagang Pasar Umum Negara pada intinya dalam rangka pelaksanaan revitalisasi pembangunan Pasar Umum Negara.
“Untuk kenyamanan dan kelancaran proses pembangunan ini, para pedagang agar mengosongkan pasar dan pindah ke lokasi yang telah disediakan, yakni di areal parkir Kantor Bupati Jembrana dan Peken Ijogading paling lambat tanggal 21 Juli 2023.
Rencana revitalisasi Pasar Umum Negara yang belum dapat terlaksana mendapat tanggapan dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Bali.
Ketua IKAPPI Bali Sudadi Murthado berharap proses proses revitalisasi Pasar Negara Umum Negara dapat berjalan lancar sesuai harapan, dengan memperhatikan aspirasi pedagang.
“Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, IKAPPI Bali akan terus menjembatani segala bentuk permasalahan yang terjadi antara pedagang dengan pemerintah khususnya di Kabupaten Jembrana sehingga situasi tetap kondusif,” ujarnya. (agw)








