Beritabalionline.net – Setelah dijajah ratusan tahun oleh negara-negara lain, akhirnya Indonesia bisa mengumumkan kemerdekaannya. Bagi bangsa Indonesia, tentu saja rasa bangga, bahagia, dan haru bercampur aduk setiapkali mendengar pembacaan teks proklamasi saat Peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Sebagai warga negara yang baik terutama bagi generasi muda, sudah seharusnya tahu bagaimana sejarah naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia ada dan berhasil diumumkan.
Teks proklamasi merupakan salah satu dokumen paling berharga dalam sejarah Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, Ir Soekarno membacakan naskah proklamasi yang menandai berdirinya Republik Indonesia sebagai negara merdeka.
Teks proklamasi juga menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Naskah ini menjadi simbol semangat para pahlawan yang telah berjuang, serta pengorbanan mereka demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Lantas, bagaimana isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dan siapa saja tokoh-tokoh yang merumuskannya?
Ada tiga tokoh nasional yang memiliki peran penting dalam penyusunan teks proklamasi. Di antaranya, Ir. Soekarno merupakan presiden pertama di Indonesia yang turut serta dalam penyusunan teks proklamasi. Soekarno berperan sebagai penulis teks proklamasi dan juga menjadi pembaca teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Berikutnya Moh. Hatta yang merupakan wakil presiden pertama Indonesia juga turut berperan dalam merumuskan teks proklamasi. Hatta berperan sebagai perumus dan orang yang memberikan tanda tangan pada teks proklamasi.
Hatta juga menyumbangkan ide dalam penulisan dan bentuk kalimat dalam teks proklamasi. Teks tersebut berbunyi “hal-hal tentang pemindahan kekuasaan dan lain-lain dilaksanakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya”.
Selanjutnya, Ahmad Soebardjo turut berperan dalam perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ahmad dikenal sebagai orang yang merumuskan paragraf pertama dari teks proklamasi. Selain itu, ia merupakan Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama.
Setelah teks proklamasi selesai dirumuskan, dokumen tersebut diajukan untuk mendapat persetujuan dari peserta sidang. Setelah disetujui oleh sekitar 40 peserta, teks proklamasi kemudian diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin tik dengan tinta hitam.
Selain Soekarno, Hatta, dan Soebardjo, ada juga tokoh lain yang ikut menyusun teks proklamasi, yaitu Burhanudin Muhammad Diah, Soekarni, serta Soediro. Mereka berkumpul di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat, pada 16 Agustus 1945, malam hari.
Dibacakan di Rumah Soekarno
Teks proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Maeda karena lokasinya dianggap aman pada saat itu. Karena berjasa banget dalam kemerdekaan Indonesia, sekarang rumah ini dialihfungsikan menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Naskah proklamasi ditulis tangan dan dalam bentuk coret-coretan. Terus, penulis teks proklamasi adalah Soekarno sendiri dengan tulisan tangan. Setelah lewat diskusi yang panjang, naskah selesai dirumuskan dan kemudian diketik sampai pukul 04 pagi. Teks proklamasi yang telah disetujui diketik oleh Sayuti Melik.
Karena naskah proklamasi sudah berhasil dirumuskan, akhirnya proklamasi kemerdekaan bisa secepatnya dilakukan. Semua persiapan kemerdekaan selesai pukul 06 pagi di tanggal 17 Agustus 1945. Sesuai perjanjian, para tokoh akan berkumpul kembali pukul 10 pagi, pada lokasi di mana teks proklamasi dibacakan, yaitu rumah Soekarno.
Awalnya, lapangan Ikada diusulkan beberapa pemuda sebagai tempat pembacaan naskah proklamasi. Tapi, daerahnya nggak aman karena dekat dengan kantor pemerintahan Jepang.
Akhirnya, lokasi proklamasi kemerdekaan dipindahkan ke rumah Soekarno, tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 yang sekarang jadi Jalan Proklamasi.
Pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung di halaman rumah Soekarno, dengan tim keamanan Latief Hendraningrat, Suhud yang mengurus tiang bendera, dan beberapa tokoh lainnya yang ikut menemani pembacaan proklamasi kemerdekaan, termasuk Wali Kota Jakarta pertama, Suwirjo, dan Ketua Pemuda, Muwardi, yang memberikan sambutan pada waktu itu.
Siapa yang membaca teks proklamasi kemerdekaan Indonesia? Tentu saja Soekarno. Setelah teks proklamasi dibacakan, dikibarkanlah Sang Saka Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan Suhud, yang sebelumnya mengambil bendera dari baki yang dibawa Mujinah, seorang tokoh pergerakan nasional.
Tentu saja, pengaruh dibacakannya teks proklamasi bagi bangsa Indonesia menandakan kalau bangsa ini sudah merdeka, yang artinya terbebas dari penjajah. (*/sdn)






