Made Satria: Masih Banyak ‘PR’ di Nusa Penida, Koster-Giri Janji Hapus Kekhawatiran Warga

oleh
oleh
I Made Satria dialog dengan warga saat mesimakrama di Banjar Adat Sampalan, Nusa Penida. (FOTO: BBO/Dewa Sastra Dinatha)

Beritabalionline.net – Saat ini kondisi infrastruktur di Nusa Penida masih jauh dari harapan dan jauh dari kata layak dibandingkan dengan destinasi wisata yang ada di kabupaten lain di Bali. Di Nusa Penida hingga saat ini masih banyak ditemui jalan rusak, terutama ke jalan-jalan menuju destinasi wisata. Jika wisatawan ramai, kerap terjadi kemacetan panjang dan kondisi ini tentu saja mengurangi kenyamanan wisatawan.

“Buat saya tidak ada masalah membayar retribusi Rp25 ribu per orang. Asalkan memang peruntukannya jelas terutama untuk perbaikan infrasruktur terutama jalan-jalan menuju destinasi wisata yang saat ini kondisinya sangat parah. Uang retribusi itu harus difokuskan untuk pembenahan infrastruktur dan penataan destinasi,” keluh seorang pelaku pariwisata Nusa Penida Kadek Arjana dalam perbincangan dengan Koran Metro, Selasa, 8 Oktober 2024.

Pungutan retribusi wisatawan masih menjadi sorotan para pelaku pariwisata Nusa Penida. Tidak hanya ihwal rentannya kebocoran, namun terkait pemanfaatan retribusi tersebut.

Para pelaku pariwisata berharap, retribusi ke Nusa Penida bisa fokus dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur dan penataan destinasi wisata di Nusa Penida.

Retribusi yang dipungut harus diikuti dengan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida. Demikian mengemuka dalam dialog antara warga Nusa Penida dengan Cabup Klungkung nomor urut 2 dari PDI Perjuangan, I Made Satria saat mesimakrama dengan Krama Banjar Adat Sampalan, Nusa Penida, Minggu malam, 6 Oktober 2024.

Menjawab keluhan ini, Made Satria yang didampingi anggota DPRD Klungkung yang belum lama ini dilantik, I Made Rudana Atmaja mengatakan, untuk mengatasi kebocoran retribusi dimaksud, pihaknya sudah punya program yang dinamakan “one gate one destination”.

“Jika saya dipercaya dan nanti terpilih menjadi Bupati Klungkung, saya akan bangun infrastruktur terutama jalan-jalan di Nusa Penida menjadi lebih baik dari yang ada sekarang. Demikian juga untuk mengatasi kebocoran pungutan retribusi wisatawan, saya akan terapkan sistem one gate one destination,” ungkapnya.

Satria yang anggota DPRD Klungkung periode 2018-2023 dan kembali terpilih untuk periode 2024-2029 mengakui bahwa kondisi jalan di Nusa Penida terutama menuju destinasi wisata saat ini jauh dari kata layak. Untuk itu ia berjanji jika dirinya terpilih menjadi Bupati Klungkung nanti akan meng-hotmix semua jalan yang ada di Nusa Penida.

Tidak hanya itu, ruas jalan di Nusa Penida yang saat ini relatif kecil sehingga menjadi biang kemacetan juga akan diperlebar. Begitu juga masalah air bersih yang saat ini belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga Nusa Penida akan ditingkatkan debitnya.

Satria juga memotret keberadaan Pasar Tradisional Mentigi, Nusa Penida yang saat ini kondisinya jauh dari kata layak. “Kondisi Pasar Mentigi saat ini sangat tidak representatif,” katanya.

“Saya akan lanjutkan program Pak Nyoman Suwirta (Bupati Klungkung sebelumnya, red) untuk membangun Pasar Tradisional Mentigi menjadi pasar berlantai dua dengan arsitektur modern. Pokoknya Pasar Mentigi akan saya tata ulang sehingga keberadaannya nanti menjadi representatif sekaligus menjadi solusi mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi setiap hari terutama pada saat pagi hari di seputaran Pasar Mentigi,” janji Satria.

Ditambahkannya, saat ini masih banyak “PR” untuk Nusa Penida yang ke depannya perlu dituntaskan. “Dan saya sudah punya program untuk menuntaskan semua PR tersebut apabila saya nanti dipercaya dan terpilih menjadi Bupati Klungkung serta Pak Wayan Koster-Pak Nyoman Giri Prasta menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2024-2029,” tandasnya.

Menanggapi pemaparan program Satria, salah seorang krama/warga menilai bahwa semua program yang dicanangkan Satria cukup baik dan realistis. Hanya saja dia berharap program yang dicanangkan itu tidak menjadi mata dagangan/komoditi politik semata menjelang kampanye Pilkada 2024.

“Saya minta janji Pak Satria benar-benar ditepati jika nanti terpilih menjadi Kepala Daerah di Klungkung, sehingga kami tidak hanya seperti diberi angin surga,” kata warga.

Janji Koster-Giri Kepada Warga Nusa Penida

Warga Nusa Penida, Ceningan, Lembongan Klungkung yang berkecimpung di bidang pariwisata sepertinya wajib menyimak program-program pasangan calon (paslon) Gubernur Bali nomor urut 2, I Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).

Mengingat, dua putra terbaik Bali ini akan berupaya semaksimal mungkin mengatasi berbagai persoalan yang masih menjadi kendala di Nusa Penida, seperti pelebaran jalan, pemenuhan air bersih dan pembangunan jalan short cut di Nusa Penida.

Pembangunan sarana prasarana tersebut merupakan komitmen Koster-Giri untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pariwisata di Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan Klungkung.

Hal ini disampaikan paslon Koster-Giri saat kampanye terbuka di Kecamatan Banjarangkan Klungkung, Senin (7/10/2024). “Untuk pariwisata di Klungkung, gampang itu. Koster-Giri sudah hitung semua. Nusa Lembongan, Ceningan, dan Nusa Penida, yang dimaksud dengan wisata perairan, tinggal membesarkan akses jalan, membuat short cut dan program air bersih,” tegas Cawagub Bali Nomor 2 Giri Prasta, yang disambut tepuk tangan ratusan warga Banjarangkan.

Bupati Badung dua periode ini menjelaskan, akan menyiapkan dana sekitar Rp78 miliar untuk bantuan tahap pertama. Hal ini langsung direalisasikan Koster-Giri usai terpilih menjadi Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

“Kami siapkan Rp78 M untuk tahap pertama. Dan astungkara, Koster-Giri terpilih tiang akan tunaikan itu,” tegas Ketua DPC PDI-P Badung ini yang selama ini dikenal dengan julukan ‘Bupati Bares’.

Giri Prasta juga mengapresiasi langkah nyata yang telah dilakukan Gubernur Bali 2018-2023, Wayan Koster. Gubernur visioner dengan konsep besar membangun Bali ini telah membangun infrastruktur luar biasa di Klungkung.

Seperti pelabuhan Segitiga Emas Sanur, Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan. Kemudian membangun Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung serta membantu Pemkab Klungkung sewaktu dipimpin Bupati Nyoman Suwirta.

“Kita harus bersyukur karena Pak Wayan Koster sudah membuat segitiga emas untuk Nusa Penida. Itu semua untuk kita bersama. Tiang (saya) yakin dan percaya apa yang kita lakukan demi kebaikan krama Bali,” tegas Giri Prasta.

Dalam kesempatan itu, ratusan warga juga ditanya komitmennya mendukung Koster-Giri. Mereka menyampaikan datang ke Bale Desa Adat Aan Banjarangkan tanpa paksaan. Mereka menyatakan hadir dengan tulus dan akan mendukung dan siap memenangkan paslon Koster-Giri di Pilkada Bali pada Rabu, 27 November 2024.

Kampanye terbuka tahap pertama paslon Gubernur Bali Nomor Urut 2 Wayan Koster-Giri Prasta dan Paslon Bupati Klungkung Nomor 2 Made Satria-Cok Surya (Satriya) berlangsung di Bale Adat Aan Kecamatan Banjarangkan Klungkung pada Senin 7 Oktober 2024.

Turut hadir Ketua Tim Pemenangan Koster-Giri , I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan alias Alit Kelakan, Ketua Tim pemenangan Bupati paket Nomor 2 Satriya ,I Nyoman Suwirta, pengurus PDI-P Bali dan Klungkung, partai pengusul dan pendukung, relawan, tokoh masyarakat dan warga se-Kecamatan Banjarangkan. Ribuan warga hadir pada tatap muka terbuka ini.

Warga pun mengaku tulus hadir dan siap memenangkan paslon nomor urut 2 Cagub-Cawagub Bali, I Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) dan Cabup-Cawabup Klungkung nomor urut 2, Made Satria-Cok Surya (Satriya). (*dw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.