2026, Pendapatan Perumda Pasar Kota Denpasar Ditarget Meningkat

oleh
oleh
Komisi II DPRD Kota Denpasar saat melaksanakan rapat dengar pendapat dengan jajaran Perumda Pasar Sewakadarma, Rabu (18/2/2026). (FOTO: BBO/Kay)

DENPASAR, BERITABALIONLINE.net  – Kendati dua pasar di Kota Denpasar akhir tahun lalu sempat tertimpa musibah banjir, namun pihak Perumda Pasar Sewakadarma tetap berupaya mengotimalkan pendapatan. Bahkan pada tahun 2026 ini pendapatan dirancang Rp 63 miliar. Jumlah tersebut mengalmi kenaikan sekitar Rp 400 juta dari RKAP 2025. Sementara total biaya dirancang turun Rp1,74 persen. Sementara kerugian ditarget turun Rp1,4 miliar atau 1,8 persen. Itu terungkap saat rapat dengar pendapat dengan jajaran Komisi II DPRD Denpasar, di ruang rapat, Rabu (18/2/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II, I Wayan Sutama, dihadiri Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, IB Kompyang Wiranata, didampingi Kabag Umum yang juga Plt. Kabag Keuangan, Luh Putu Ratna Iswari. Rapat juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna, serta anggota Komisi II, I Nyoman Gede Sumara Putra dan I Gede Dwi Purnama Putra.

Ketua Komisi II, Wayan Sutama mengatakan pertemuan tersebut dilaksanakan untuk mengetahui program kerja Perumda Pasar tahun 2026 dan upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pendapatan Perumda Pasar Sewakadarma. Termasuk dalam penanganan sampah. ‘’Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan perumda dalam melakukan pemulihan pascabanjir,’’ ujar Sutama.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar, IB Kompyang Wiranata memaparkan beberapa program kerja yang dirancang tahun ini. Diantaranya peningkatan pendapatan dan digitalisasi, serta optimalisasi aset. Terutama peningkatan okuvansi pengisian los dan kios yang masih kosong. Di mana tahun ini ditarget 90 persen los/kios yang kosong bisa terisi.

Terkait pemulihan pascabanjir, kata Kompyang Wiranata, sudah dilakukan bersama Pemkot Denpasar. Mulai dari penataan Tukad Badung dan pemasangan alarm banjir oleh Dinas PUPR. Juga sudah dilengkapi akses jalan alat berat jika akan dilakukan penggelontoran. Sedangkan pihaknya sudah merenovasi tembok dan los yang terdampak banjir, sehingga kini operasional para pedagang sudah pulih. ‘’Hanya saja pedagang pelataran Pasar Kumbasari malam belum dibuka,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut Kompyang Wiranata, tahun 2026 pihaknya juga merancang program tata kelola kepatuhan, SDM dan organisasi. Terutama pengisian dua jabatan direktur yang masih kosong. Dalam rapat tersebut, Perumda Pasar banyak mendapat masukan dari anggota Komisi II. Bahkan, Sumara Putra memberikan dukungan agar pedagang pelataran Pasar Kumbasari malam jangan dibuka dulu, mengingat saat ini masih musim hujan. Hal ini semata-mata mengantisipasi keselamatan para pedagang.

Terkait optimalisasi aset, Sumara Putra berharap agar pasar-pasar di bawah naungan Perumda Pasar dirancang sebagai pasar tematik, sehingga akan memudahkan para konsumen. ‘’Seperti Pasar Anyar Sari yang selama ini dikenal sebagai pasar kebutuhan upacara yadnya dan buah-buahan terus dimebnagkan sehingga makin dikenal Masyarakat,’’ kata pria yang akar disapa Mangde itu.

Sementara itu, Dwi Purnama Putra menyoroti optimalisasi aset, perhitungan nilai sewa dan efektivitas organisasi. Jumlah tenaga kerja serta komposisinya. Terhadap hal itu, Kompyang Wiranata mengakui ada beberapa anggaran pendapatan yang turun, akibat berkuarangnya pemanfaatan area pedagang pelataran di mana ada beberapa pedagang yang tutup, seperti di Pasar Asoka. Juga kontribusi gedung Cineplek turun karena memang banyaknya persaingan.

Maraknya pasar tumpah juga mempengaruhi pendapatan. ‘’Digitalisasi sudah lama dilaksanakan untuk mengurangi kebocoran. Sedangkan untuk pemanfaatan los yang kosong sudah disosialisasikan dengan pola bebas sewa sebulan,’’ tandasnya. (kay)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.