Beritabalionline.net – Pihak Rumah Sakit Prof. IGNG Ngoerah menemukan sejumlah luka yang mengakibatkan pasangan kekasih asal China, Li Chiming (24) dan Cheng Jianan (22) meninggal dunia.
Sebelumnya keduanya ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenasksn di kamar Hotel Intercontinental, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Senin (1/5/2023) pagi.
“Hari itu setelah menerima jenazah kedua korban, kami hanya melakukan pemeriksaan luar. Baru besok pagi pukul 09.46 Wita, kami melakukan otopsi,” terang dr. Dudut Rustyadi Sp.FM (K) saat dihadirkan oleh Polresta Denpasar, Rabu (17/5/2023) di Denpasar.
Dudut yang kebagian memeriksa jenazah korban perempuan menerangkan, dari pemeriksaan luar ditemukan luka tersebar di beberapa bagian tubuh.
Yakni dahi kiri, anggota gerak mulai dari bahu kanan, lengan bawah, tungkai bawah dan lutut mengalami memar. Selain itu di leher bagian kiri dan kanan, ada lecet yang berbentuk garis dengan panjang bervariasi.
“Ada juga busa halus yang keluar dari hidung korban. Pada saluran pernafasan kami temukan busa dari pipa udara korban, serta tanda-tanda mati lemas atau kekurangan oksigen,” bebernya.
Berdasarkan temukan tersebut, pihaknya menyimpulkan jika busa halus sesuai dengan orang yang meninggal karena tenggelam. Sedangkan bekas luka garis di leher, yakni merupakan luka jeratan.
“Kami simpulkan penyebab kematiannya akibat masuknya air ke dalam saluran pernafasan hingga mati lemas. Kalau pemeriksaan toksikologi, kami serahkan ke Labfor Polda Bali dan tidak ditemukan zat berbahaya atau narkoba,” bebernya.
Sementara dr. Kunthi Yulianti Sp.KF yang mendapat bagian memeriksa jenazah korban laki-laki menuturkan, dari pemeriksaan luar pihaknya mendapatkan 20 luka yang tersebar pada tubuh.
Luka-luka tersebut sifatnya terbuka, di mana di setiap lokasinya luka tersebut bergerombol, lecet, gores dan memar.
Untuk luka terbuka ada di leher samping kanan dan kiri, ada luka terbuka di dada kiri, luka terbuka di tempurung tangan kanan dan kiri, ada luka terbuka pada pergelangan tangan kiri dan di punggung kaki kanan kiri.
Di sekitar luka terbuka tersebut lanjutnya, juga terdapat luka lecet berbentuk garis pada dada dan perut, serta memar pada dahi.
“Setelah kami lakukan analisisa, luka terbuka adalah luka kekerasan tajam yang khas merupakan luka iris,” tuturnya.
dr. Kunthi mengungkapkan, dari pemeriksaan dalam pihaknya menemukan luka terbuka bergerombol di leher kanan dan kiri.
Di mana hal itu menyebabkan terpotongnya pembuluh darah balik (pembuluh nadi ulextima), serta otot lapis pertama leher kanan dan kiri terputus namun tidak keseluruhan.
“Dilihat dari luka terbuka yang bergerombol, dangkal, dalam dan juga luka lecet gores, merupakan luka yang biasa terjadi pada orang yang melukai dirinya sendiri,” bebernya.
“Sebab kematian adalah kekerasan tajam pada leher yang menyebabkan terputusnya vena jugularis kanan dan kiri, yang menimbulkan pendarahan,” pungkasnya. (agw)








