Beritabalionline.net – Belakangan mulai marak aksi geng motor di Kota Denpasar. Para pelaku telah membuat resah masyarakat karena selain tidak segan-segan melukai, mereka juga mengambil barang pribadi milik korban.
“Kejadian ini akhirnya viral di media sosial,” kata Kapolsek Denpasar Utara Iptu Putu Carlos Dolesgit saat menggelar program Jumat Curhat Goes To School di SMA Negeri 1 Denpasar yang diwakili Kanit Binmas Iptu Made Sila, Jumat (8/9/2023).
Oleh karenanya, aparat kepolisian perlu melakukan beberapa upaya pencegahan maupun penindakan dalam mengatasi permasalahan ini.
Tidak hanya memberi edukasi terkait maraknya aksi geng motor yang mayoritas dilakukan anak di bawah umur, Iptu Made Sila mengimbau para guru dan orang tua agar mengingatkan siswa dan anak-anaknya untuk menjaga diri dalam pergaulan.
Selain itu juga, penggunaan media sosial patut menjadi perhatian bersama apalagi kepada para siswa yang notabene menjadi pengguna dan objek.
Di lokasi yang sama Kanit Intelkam Polsek Denpasar Utara Ipda Ade Hary Minggana menerangkan, kegiatan Jumat Curhat Goes To School merupakan tindak lanjut dari program Kapolri yang dijabarkan oleh satuan kerja wilayah, termasuk Polsek Denpasar Utara.
Ia menjelaskan, SMA Negeri 1 Denpasar menjadi salah satu SMA di wilayah hukum Polsek Denpasar Utara yang menjadi tempat kegiatan setelah sebelumnya digelar di SMK Negeri 1 Denpasar.
“Kita memberikan edukasi dan imbauan ke siswa dan guru agar menghindari kejahatan, pelanggaran, lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah khususnya malam hari,” tuturnya.
Ipda Ade Harry berpesan apabila mengetahui aktivitas geng motor, para guru serta siswa diminta secepatnya menghubungi pihak kepolisian terdekat.
“Dengan segera menghubungi polisi, setidaknya dapat meminimalisir terjadinya aksi kejahatan yang ditimbulkan dari geng motor,” ucapnya dalam kegiatan yang diikuti Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Denpasar, para guru dan kurang lebih 100 orang siswa Kelas X ini. (agw)








