Kasus Tali Lift Putus, Pemilik Ayu Terra Resort Laporkan Kontraktor ke Polda Bali

oleh
oleh
Linggawati Utomo menunjukkan bukti laporan ke Polda Bali. (FOTO: Agung Widodo/Beritabalionline.net)

Beritabalionline.net – Pemilik Ayu Terra Resort Ubud melaporkan Mujiana selaku kontraktor ke Polda Bali pascainsiden meninggalnya lima orang karyawan akibat tali sling lift terputus.

“Kami laporkan atas dugaan tindak pidana penipuan,” kata Linggawati Utomo bersama suaminya Vincent Juwono, Minggu (10/9/2023) di Anma Space, Jalan Tukad Badung, Denpasar.

Linggawati menerangkan, dengan bertambahnya kamar di Ayu Terra Resort Ubud, dirinya kemudian berencana meningkatkan kapasitas lift menjadi 8 orang.

Lantaran sudah tidak ada komunikasi dengan kontraktor yang sebelumnya mengerjakan lift di Ayu Terra, dirinya pun meminta Mujiana untuk mengerjakan.

Dalam komunikasi, Mujiana mengusulkan agar lift di Ayu Terra dibuat sama dengan lift di Hanging Gardens Ubud yang menggunakan satu tali sling. Bahkan dengan model seperti itu, Mujiana mengklaim bisa membawa 9 orang.

Selang beberapa hari, pemilik Hanging Gardens datang ke tempatnya dan mengatakan jika menggunakan lift dengan satu tali sling. Hanya saja kala itu Linggawati tidak bertanya apakah yang mengerjakan lift tersebut Mujiana.

Linggawati mengungkapkan, Mujiana juga memperlihatkan telah memperoleh sertifkat lisensi untuk membuat inclinator (lift miring) melalui handphone sehingga dirinya pun merasa tidak ada masalah.

“Dari beberapa video yang ditunjukkan, kemudian mengaku pernah mengerjakan di perusahaan-perusahaan besar serta lisensi yang diperlihatkan, kami meyakini Mujiana orang profesional di bidang itu,” tuturnya.

Setelah sepakat dengan nilai kontrak kerja, Mujiana mulai mengerjakan proyek peningkatan kapasitas lift pada bulan Maret 2023. Namun belum sampai serah terima, muncul insiden putusnya tali sling.

Linggawati mengaku terpukul dengan adanya kejadian tersebut. Dirinya menyatakan telah menjadi korban sehingga melaporkan Mujiana ke Polda Bali.

“Kerugian saya cukup besar. Bukan hanya kerugian materi, tapi saya juga kehilangan lima orang karyawan yang sudah saya anggap seperti anak sendiri,” ujarnya sembari menahan tangis sedih. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.