Beritabalionline.net – Sekelompok pemuda dengan mengendarai sepeda motor diduga melakukan aksi pengeroyokan di depan Setra Desa Adat Penjer, Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar Selatan.
“Dari keterangan saksi (Jaga Baya) wilayah Panjer di TKP bahwa kejadian tersebut adalah kecelakaan,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Senin (27/5/2024) di Denpasar.
Sukadi menerangkan, setelah postingan aksi dugaan pengeroyokan viral di media sosial, polisi merespon dengan melakukan penyelidikan, Minggu (26/5/2024).
Dua saksi di sekitar TKP yakni Sahawi (30) pemilik warung dan Putu Budiantara (51), Jaga Baya Desa Adat Panjer dimintai keterangan.
Sahawi menuturkan ketika sedang berjualan, ia mendengar suara ribut-ribut di sebelah kanan warungnya, Minggu (26/5/2024) sekitar pukul 00.40 Wita.
Saksi keluar warung dan mendapati orang-orang sudah ramai. Namun karena ada orang yang belanja, saksi kembali masuk ke dalam warung.
Sedangkan Putu Budiantara mengatakan, ketika patroli dan melintas di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer tepatnya depan Warung Nasi Jakarta, dirinya menemukan pengendara sepeda motor Yamaha Vixion tanpa plat terjatuh.
Ketika ditanya, pengendara motor yang mengaku berasal dari NTT ini bersenggolan dengan temannya yang sama-sama melaju dari arah utara.
“Pengendara sepeda motor Yamaha Vixion mengalami luka lecet pada bagian wajah. Sekitar 30 menit kemudian, korban maupun yang diajak bersenggolan membubarkan diri ke arah selatan,” jelas Sukadi. (agw)






