DENPASAR, BERITABALIONLINE.net – Dalam Musyawarah Olah Raga Provinsi Luar Biasa PELTI Bali yang berlangsung di ruang pertemuan KONI Bali, Jalan Angsoka Denpasar, Sabtu (18/4/2026), mantan Direktur Rumah Sakit Prof Ngurah Denpasar, Dr. dr. I Wayan Sudana terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) masa bhakti 2026-2030.
Musorprov dihadiri seluruh Pengurus PELTI Kabupaten dan Kota sebagai pemilik hak suara. Turut hadir dalam kesempatan itu Sekjen Pengurus Pusat PELTI, Dr. Andi Fajar Asti MPd, MSc, mewakili Ketua Umum PELTI Pusat Prof Dr. H.A.M Nurdin Halid sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Olah Raga Propinsi Luar Biasa Pelti Bali.
Sekjen PP Pelti, Andi Fajar Asti dalam sambutannya, mengatakan tenis lapangan merupakan salah satu cabang olahraga andalan Indonesia dalam even SEA Games dan Asian Games sehingga perlu pembinaan secara berkesinambungan.
“Para pengurus PELTI, orang tua atlet serta pihak-pihak yang peduli dengan kemajuan tenis lapangan perlu bersinergi dan berkolaborasi untuk kemajuan dan perkembangan prestasi atlet,” katanya.
Ke depan, lanjut dia, olahraga tenis lapangan harus dibangun bersama dengan pondasi dan ekosistem sebagai industri tenis Indonesia, sehingga pembinaan tidak terkotak-kotak.
Andi Fajar menilai, Bali memiliki banyak bibit-bibit potensial terutama petenis junior usia 12 dan 14 yang sedang berkiprah di ajang nasional maupun International. Sebut saja salah satunya, Komang Bagus Wahyu Purustama petenis U-14 asal Buleleng. Selain itu, ada juga Komang Krisnaditya dan Kadek Adiyatma.
Sebelumnya, Plt. Ketua PELTI Bali, Dr Gede Kambayana SP.Pd menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus PELTI periode sebelumnya. Dari laporan yang disampaikan semua pengurus PELTI Kabupaten/Kota se-Bali menerima laporan yang disampaikan oleh Gede Kambayana. (*/bbo)






