Oleh: Dewa Sastra
DENPASAR, BBO.net – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, mengagetkan kita semua. Bagaimana tidak, peristiwa bencana alam itu tidak hanya merobohkan rumah warga dan sejumlah bangunan serta merusak fasilitas umum, tapi juga memakan korban jiwa (beberapa orang meninggal dunia).
Fenomena alam yang mencekam sekaligus menakutkan warga Maumere, Kabupaten Sikka itu mengingatkan Aku pada peristiwa tsunami Maumere tahun 1992, dimana ketika itu Aku ditugaskan melakukan peliputan di daerah bencana. Saat itu Aku masih bekerja sebagai jurnalis Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Biro Denpasar.
Dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Aku berangkat bersama beberapa anggota TNI Kodam IX/Udayana terbang menuju Maumere dengan pesawat Cassa milik TNI membawa bantuan logistik berupa beras, makanan, mie instan, tenda, selimut, dan obat-obatan.
Pangdam IX/Udayana kala itu mengerahkan jajaran TNI untuk membantu penanganan darurat dan menyalurkan bantuan logistik bagi korban bencana alam di berbagai wilayah yang terdampak bencana tsunami Maumere.
Peristiwa tsunami di Maumere sendiri terjadi pada 12 Desember 1992 silam akibat gempa bumi berkekuatan M 7,8 di Laut Flores. Dampak utama dari guncangan gempa dan terjangan tsunami itu membuat Kota Maumere menjadi wilayah terparah. Tercatat lebih dari 2.000 jiwa meninggal dunia dalam tragedi kemanusiaan tersebut.
Menyikapi musibah tersebut, satuan teritorial dan komando daerah militer setempat dikerahkan untuk evakuasi darurat, pencarian korban, serta mendistribusikan logistik dasar bagi para pengungsi yang terdampak bencana.
Kini peristiwa memilukan 34 tahun silam itu terulang kembali melanda Kota Maumere khususnya dan wilayah Flores pada umumnya. Aku turut berduka dan merasakan kesedihan mendalam atas musibah bencana alam yang terjadi. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Rasa prihatin dan duka cita yang tulus juga Aku sampaikan untuk saudara-saudaraku di lokasi bencana. Semoga kondisi darurat ini segera dapat teratasi dan keadaan bisa pulih seperti sedia kala.







