Pasokan Listrik Terbatas, PLN Siapkan Tambahan Pembangkit di Nusa Penida

oleh
oleh
Manager PLN UP3 Bali Timur I Made Arya (tengah) didampingi Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali I Wayan Eka Susana saat audensi dengan Bupati Klungkung I Made Satria. (FOTO: BBO/Ist)

KLUNGKUNG, BBO.net – PLN menyiapkan tambahan pembangkit sementara berkapasitas 2,2 megawatt (MW) dan penambahan pembangkit sebesar 5 MW untuk memperkuat pasokan listrik di Nusa Penida.

“Penambahan kapasitas pembangkit menjadi salah satu langkah yang kami siapkan untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik di Nusa Penida,” kata Manager PLN UP3 Bali Timur, I Made Arya, Selasa (13/10/2026) di Denpasar.

Dirinya menjelaskan, pembangkit sementara direncanakan dikirim pada 13–14 Oktober 2026, sedangkan pembangkit 5 MW ditargetkan beroperasi dalam waktu sekitar 30 hari.

Menurut Made Arya, kebutuhan listrik Nusa Penida terus meningkat, dengan pertumbuhan beban mencapai 12,79 persen per tahun.

Sementara itu, kapasitas pembangkit yang tersedia masih terbatas sehingga diperlukan penambahan daya untuk memperkuat pasokan listrik.

Dikatakan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar proses penanganan dapat berjalan lancar, termasuk membahas langkah tersebut saat melakukan audiensi antara PLN dengan Bupati Klungkung I Made Satria, Senin (12/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Bupati Klungkung menyambut baik penjelasan PLN mengenai langkah penanganan kelistrikan dan mendorong penyampaian informasi yang lebih intensif kepada masyarakat.

“Saya berharap langkah-langkah yang telah disiapkan PLN dapat berjalan dengan baik. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi kelistrikan saat ini, termasuk upaya yang sedang dilakukan dan perkembangan penanganannya. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami situasi yang terjadi dan memperoleh informasi yang sama,” ujar Made Satria.

Ia juga menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membantu menyosialisasikan informasi tersebut melalui jaringan komunikasi internal pemerintah daerah, serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa adat, dan pelaku pariwisata.

Ditegaskan, pemerintah daerah siap membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui saluran komunikasi yang ada.

“Kami berharap koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait terus berjalan sehingga informasi mengenai perkembangan penanganan kelistrikan dapat diterima masyarakat secara luas,” ucap Bupati.

Sementara itu Manager Kon dan TJSL UID Bali, I Wayan Eka Susana menambahkan, selain membahas penanganan pasokan listrik saat ini, audiensi tersebut turut menyoroti kebutuhan energi Nusa Penida ke depan, termasuk peluang pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Penguatan pasokan listrik diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan pariwisata di Nusa Penida. (agw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.