DENPASAR, BBO.net – Tingginya aktivitas penerbangan perlu diimbangi dengan kesiapsiagaan seluruh unsur pencarian dan pertolongan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya keadaan darurat.
“Oleh karena itu, penyusunan rencana kontingensi menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya, Kamis (15/10/2026) di Denpasar.
Rencana kontingensi bukan sekedar dokumen, tetapi merupakan kesepakatan dan komitmen bersama tentang tugas, peran, sumber daya, serta mekanisme koordinasi yang harus dilaksanakan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara.
Melainkan untuk memperjelas pembagian tugas, serta memastikan pelaksanaan operasi SAR dapat dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, dan sesuai prosedur.
Hal tersebut mengemuka saat Kantor SAR Denpasar menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Kontingensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kecelakaan Pesawat Udara di Bali Bagian Selatan.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, 14-16 Oktober 2026 tersebut digelar dalam rangka Pemetaan Wilayah Rawan Kedaruratan Tahun 2026, serta dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kecelakaan pesawat udara.
Dalam sambutannya, Sidakarya menekankan langkah antisipasi sebelum terjadi keadaan darurat. Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah kejadian terjadi, namun harus dipersiapkan sebelum kejadian.
Dalam kegiatan yang diikuti 80 peserta dari berbagai unsur terkait ini, fokus pembahasan adalah kejadian pesawat udara menghilang dari radar di wilayah perairan Serangan, Denpasar Selatan.
Skenario tersebut digunakan sebagai dasar untuk memetakan wilayah operasi, mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat dikerahkan, serta menyusun langkah-langkah penanganan apabila terjadi kecelakaan pesawat udara di kawasan tersebut.
“Melalui perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat, sumber daya yang siap, serta pemahaman yang sama dari seluruh unsur yang terlibat, upaya pencarian dan pertolongan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalkan,” ucap Sidakarya. (agw)







