DENPASAR, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menggelar upacara Farewell Parade atau pelepasan pejabat lama yang pindah tugas serta menyambut kedatangan pejabat baru.
“Farewell parade merupakan tradisi penghormatan kepada pimpinan lama yang akan melanjutkan pengabdian di tempat tugas baru,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya, Rabu (20/10/2026) di Denpasar.
Kapolresta menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, atas pengabdian, dedikasi dan kepemimpinannya selama memimpin Polresta Denpasar.
Dirinya lalu menegaskan bahwa keberhasilan menjaga situasi Denpasar tetap aman, kondusif dan humanis merupakan hasil kerja bersama antara pimpinan dan seluruh personel.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan penuh dari rekan-rekan semua. Saya mengajak seluruh personel untuk bekerja bersama. Mari kita buat Polresta Denpasar semakin baik, semakin dicintai masyarakat,” ujarnya.
Sementara Kombes Pol. Leonardo David Simatupang menyatakan, kurang lebih delapan bulan mendapatkan amanah untuk memimpin Polresta Denpasar, ia merasakan kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat pengabdian yang luar biasa.
Menurutnya, berbagai capaian dan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas tidak terlepas dari dedikasi seluruh personel, yang senantiasa bekerja menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib dan kondusif.
Kombes Pol. Leonardo juga menekankan pentingnya menjaga loyalitas kepada institusi Polri, bukan kepada pribadi seorang pimpinan.
Siapa pun yang menjadi pimpinan, lanjutnya, tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri tetap sama, yaitu menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dengan setulus hati.
“Saya meminta seluruh personel memberikan dukungan penuh kepada Kombes Pol. I Wayan Winaya, serta melanjutkan berbagai program dan kebijakan yang telah berjalan,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Leonardo juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin Polresta Denpasar terdapat tutur kata, sikap, tindakan maupun keputusan yang kurang berkenan.
“Sebagai manusia biasa, tentu saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Apabila selama memimpin dan berinteraksi dengan rekan-rekan terdapat hal-hal yang menyinggung perasaan, baik disengaja maupun tidak disengaja, saya beserta keluarga memohon maaf dengan tulus,” pungkasnya. (agw)








