Beritabalionline.net – Tuan rumah Kabupaten Badung menjadi juara umum dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-27 tingkat Provinsi Bali dengan perolehan 5 emas, 3 perak dan 1 perunggu.
“Semoga Kabupaten Badung sebagai duta Bali di tingkat nasional dapat memberikan hasil terbaik dan mampu berlaga dengan maksimal untuk menjadikan Provinsi Bali menjadi yang terbaik,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni, Senin (4/9/2023) di Denpasar.
Sebelumnya STQH ke-27 yang dipusatkan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung ini diikuti 242 peserta dari seluruh Bali.
Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist sekaligus Festival Seni Budaya Islam (FBSI) yang berlangsung selama dua hari, 1-2 September 2023, ini merupakan cara yang tepat didalam membentuk generasi yang memahami Islam secara komprehensif.
Kakanwil Kemenag Provinsi Bali mengungkapkan, STQH dan FBSI 2023 mempunyai posisi yang sangat vital dalam rangka membangun mental spiritual akhlak bangsa.
“Al-Quran dan hadits merupakan sumber pengetahuan serta mengandung nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan tentang mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang sejati dan mana yang palsu,” tuturnya.
Melalui ajang STQH dan FSBI tingkat Provinsi Bali, dirinya mengajak semua pihak untuk menjaga Bali dan khususnya Kabupaten Badung yang heterogin tetap rukun, damai dan harmonis.
Sebelumnya Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Bali, I Wayan Serinah saat pembuakaan menyampaikan, Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali salah satunya memiliki tujuan mengembangkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan berintegritas.
Menurutnya, melaui pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist Sekaligus Festival Seni Budaya Islam di Provinsi Bali, dapat ditunjukkan pada tingkat nasional.
Bahwa Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, bisa memberikan ruang kepada generasi pembaca Al Qur’an dan pelaku seni untuk berkembang sekaligus siap berlaga pada Tingkat Nasional yang akan digelar di Provinsi Jambi.
Dirinya juga berharap kepada masyarakat muslim di Bali melalui event ini, salah satunya pentingnya memahami literasi Al Qur’an yang bersifat universal.
“Sehingga bila seluruh umat Islam memahaminya secara mendalam, tidak akan ada kegagalan untuk memahami teks-teks Al Qur’an yang di dalamnya banyak dimuat pesan-pesan perdamaian,” ujarnya.
Sebagai tambahan, dalam ajang STQH XXVII dan Festival Seni Budaya Islam Tingkat Provinsi Bali, cabang yang dikompetisikan yaitu tilawah Al-Quran anak anak dan dewasa, hifdz Al-Quran 1 juz dan 5 juz dan tilawah, hifdz Al-Quran 10,20, dan 30 juz, hafalan 100 dan 500 hadist dengan sanad, tafsir alquran.
Sementara cabang untuk Festival Seni Budaya Islam yaitu qasidah rebana, bintang vokalis anak anak, remaja, dan dewasa. (agw)






