Ketum KONI Bali Berkomitmen Gelaran Porprov Bali 2027 Utamakan Kualitas

oleh
oleh
Gubernur Bali, I Wayan Koster (tengah) didamping Ketum KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta (kiri) menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakorprov) KONI Bali 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur, Selasa (21/7/2026). (FOTO: BBO/sas)

DENPASAR, BBO. net – Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta, memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali pada September 2027 di Kabupaten Buleleng akan tetap mengedepankan kualitas penyelenggaraan sebagai prioritas utama.

Di tengah upaya efisiensi anggaran, KONI Bali berkomitmen tidak mengurangi standar kompetisi, jumlah cabang olahraga, maupun aspek teknis yang menjadi penentu suksesnya pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Komitmen itu disampaikan Giri Prasta saat memberikan arahan di hadapan peserta Rapat Kerja Provinsi (Rakorprov) KONI Bali Tahun 2026 yang dihadiri Gubernur Bali, I Wayan Koster dan seluruh Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) Kota/Kabupaten se-Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur, Selasa (21/7/2026).

Dikatakan, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) harus terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu menjadi wadah pencarian bibit atlet berprestasi secara adil dan profesional. Kualitas dimaksud harus tercermin dari kualitas pertandingan, jumlah cabang olahraga, dan standar kompetisi

“Kualitas pertandingan dan jumlah cabor harusntetap dijaga ketat meskipun ada efisiensi anggaran. Untuk memastikan perhelatan kompetisi olahraga multi-event ini semakin berkualitas dan berintegritas, penyelenggaraannya dapat ditingkatkan melalui beberapa langkah strategis,” kata Giri Prasta yang juga Wakil Gubernur Bali.

Dijelaskan, untuk mewujudkan komitmen tersebut, KONI Bali akan memberlakukan verifikasi keabsahan atlet yang ketat dengan melibatkan technical delegate sejak tahap persiapan awal untuk menjaga integritas kompetisi dan memastikan seluruh peserta memenuhi kualifikasi.

Selain juga menerapkan standarisasi venue dan pertandingan, dengan menggunakan standar level provinsi atau nasional (seperti standar PON) guna memberikan pengalaman bertanding yang maksimal bagi atlet.

Ditambahkannya, Porprov harus menjadi ajang keberlanjutan pembinaan, demgan memastikan juara dan atlet berbakat yang terjaring di ajang Porprov segera diorbitkan ke pemusatan latihan tingkat provinsi (Puslatda).

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster meminta jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali membawa Provinsi Bali kembali menempati posisi kelima pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028.

“Kemarin turun ke peringkat tujuh di PON agar bisa balik lagi ke ke-lima, pokoknya petakan secara ketat mana di antara itu yang harus didapat emas harus didapat gitu, sehingga sudah bisa dihitung betul,” pinta Koster.

Koster menambahkan peringkat ke-lima menjadi patokan sebab di kepemimpinan pengurus terdahulu Provinsi Bali sempat meraih posisi tersebut khususnya pada PON XX Papua 2021.

Ada di peringkat lima besar saja sudah sangat luar biasa dan baik. Mengingat, untuk meraihnya tidak mudah, demikian Gubernur Koster. (sas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.